Dubes Norwegia Narasumber Pertama Ambassador Lecture UMM

0
90

MALANGVOICE – Duta Besar (Dubes) Norwegia untuk Indonesia, HE Stig Traavik, menjadi narasumber pertama Ambassador Lecture di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Rektor UMM, Fauzan, mendorong agar acara itu dijadikan tradisi akademik baru di UMM, yakni menghadirkan Dubes dari berbagai negara. “Sebelumnya, kuliah tamu oleh Dubes sudah sering digelar di kampus ini, kali ini saya minta dijadikan agenda rutin,” pintanya.

Dubes Norwegia Narasumber Pertama Ambassador Lecture UMM-2Dalam paparannya, Stig yang telah menjadi dubes di Indonesia sejak 2012 banyak bercerita tentang kemitraan Indonesia-Norwegia. “Indonesia dan Norwegia berhubungan baik. Indonesia banyak mengekspor tekstil, olahan makanan, bahkan sepeda. Kami juga mengekspor Ikan Salmon. Bahkan, 60 persen salmon yang dikonsumsi Indonesia berasal dari negara kami,” ujarnya.

Selain barang, kerjasama intens antara Indonesia dan Norwegia juga dilakukan dalam bidang iklim dan hutan, teknologi pertambangan, dan hak asasi manusia.

“Berbeda dengan Norwegia, Indonesia ini mayoritas muslim dengan banyak suku budaya, namun mempunyai toleransi tinggi. Norwegia sangat homogen. Tapi meski saya muslim, tidak ada masalah mengenai toleransi di sana,” tutur Stig.

Mengenai permasalahan lingkungan, Stig menganggap Indonesia belum terlambat merubah kebiasaan yang merusak lingkungan. Ia mengungkapkan, di Norwegia hampir tidak ada yang menggunakan sepeda motor atau mobil. Warganya selalu menggunakan sepeda ataupun jalan kaki.

“Di kantor kedutaan saya di Jakarta, saya selalu menggunakan sepeda ke kantor. Meskipun masih lebih dominan para pengendara motor dan mobil,” katanya.

Menurut dia, UMM menjadi salah satu kampus pioner yang menggunakan sepeda di areal kampusnya. “Saya senang melihat kampus ini sangat hijau, teduh, dan banyak sepeda yang bisa digunakan,” ujar Stig.

Dubes Norwegia Narasumber Pertama Ambassador Lecture UMM-3Asisten Rektor Bidang Kerjasama Luar Negeri, Soeparto, berharap Ambassador Lecture ini dapat membuka visi mahasiswa UMM menuju visi Internasional.

Selain kuliah tamu, UMM dan Norwegia sebelumnya sudah menjalin kerjasama dengan mengadakan pelatihan tentang syariah dan hak asasi manusia melalui Pusat Studi Agama dan Multikultural (Pusam) UMM.

“Kami harap Norwegia bisa menjadi tujuan studi mahasiswa UMM yang mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus. Selama ini kan tujuan studinya ke negara lain di Eropa selain Norwegia. Mungkin dengan dukungan dan rekomendasi dari Dubes, kelak mahasiswa kita bisa diberangkatkan ke negara itu,” harap Soeparto.