Wow, Kak Seto Memuji Paud Omah Bocah An-Naafi Malang, Ini Alasanya…

Kak Seto mengunjungi Paud Omah Bocah Malang (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Seusai mengisi seminar di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Psikolog Anak dan Penggiat Pendidikan, Dr Seto Mulyadi MPsi menyempatkan berkunjung di salah satu sekolah pendidikan usia dini (paud) di Perumahan Griya Santha, Malang, hari ini (13/7)

Pria yang akrab disapa Kak Seto ini berkunjung di Paud Terpadu Omah Bocah An-Naafi. Dia mengapresiasi suasana dan konsep pembelajaran yang diusung sekolah itu.

“Kelasnya bersih, mainan tertata rapi, pembelajarannya kreatif. Omah Bocah sudah ramah anak,” tukas Kak Seto.

BNN Kota Malang

Kak Seto menilai, selama ini masih banyak sekolah yang belum menerapkan pola pendidikan yang ramah terhadap anak
Ia mengatakan pendidikan adalah hak anak, bukan kewajiban anak, namun hal itu belum banyak dipahami oleh kalangan sekolah di Indonesia sehingga seolah muncul keterpaksaan.

Ia memperkirakan setidaknya masih sekitar 70 persen sekolah yang belum ramah anak, di antaranya belum menerapkan program pembelajaran yang bersifat aktif, kreatif, dan menyenangkan.

“Pola pembelajaran seperti itu (aktif, kreatif, dan menyenangkan, red.) sepertinya belum bisa diperoleh di sekolah di Indonesia. Selama ini hal itu masih sebatas impian,” katanya.

Selain unsur kekerasan di sekolah, kata dia, lingkungan keluarga selama ini turut memperparah tekanan terhadap kondisi psikologis anak, seperti tindakan kekerasan di lingkungan keluarga.

“Masih banyak ibu-ibu yang menjewer, memukul, dan sebagainya. Ini sangat tidak baik, sebab jika mereka besar akan memperlakukan anaknya kelak dengan perlakuan yang sama,” katanya.

Menurut dia, pola pendidikan dalam berbagai lingkungan semacam inilah yang menyebabkan rantai kekerasan tidak pernah akan bisa terputus dari satu generasi ke generasi lainnya.

Karena itu, kata Kak Seto, pola pendidikan terhadap anak harus diubah, dari semula menekankan unsur kekerasan menjadi penekanan rasa kasih sayang terhadap anak.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti