Wisuda, Politisi Cantik Ini Resmi Sandang Gelar Doktor dari UB

Ya'qud Ananda Gudban bersalaman dengan Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof M Bisri, di sela prosesi wisuda. (Muhammad Choirul)
Ya'qud Ananda Gudban bersalaman dengan Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof M Bisri, di sela prosesi wisuda. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Politisi cantik, Ya’qud Ananda Gudban, resmi menyandang gelar doktor dari Universitas Brawijaya (UB) usai menjalani wisuda pada Sabtu (10/2). Ini semakin membuktikan bahwa sebagai sosok politisi dan anggota legislatif di DPRD Kota Malang, dia tak pernah berhenti belajar.

Sebagai tokoh publik, perempuan yang akrab disapa Nanda itu selama ini memang kental dengan kegiatan akademis. Ia merupakan dosen tetap di Universitas Merdeka (Unmer) Malang, dosen luar biasa di Universitas Brawijaya, serta menjadi ketua jurusan pariwisata Unmer.

Dengan tambahan gelar doktor ini, Bakal Calon Wali Kota Malang tersebut kini memiliki sederet gelar akademik, menjadi Dr Ya’qud Ananda Gudban SS SST Par MM. Dia mengaku bersyukur atas beragam prestasi yang didapat.

BNN Kota Malang

”Jika pun nanti saya mendapat amanah warga Kota Malang sebagai Wali Kota Malang, saya masih memungkinkan untuk menjadi dosen luar biasa. Ini saya lakukan untuk terus berbagi ilmu, manfaat, dan pengalaman untuk dunia pendidikan di Malang,” tandasnya.

Gelar doktor ini sendiri diraih Nanda ketika berhasil lulus studi S3 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB. Dalam sidang ujian disertasi beberapa waktu lalu, Nanda membuktikan kemampuannya di hadapan para penguji.

Dia sukses mempertahankan disertasi dengan judul ‘Analisis Hubungan Principal-Agent dalam Proses Penyusunan APBD: Study Fenomenologi’. Alhasil, nilai ‘Summa Cumlaude’ pun didapatkan.

Nilai tersebut merupakan penghargaan tertinggi dalam bidang akademik. “Syukur Alhamdulillah saya lulus dan di wisuda pada hari ini,” kata Nanda.

Disertasi yang ditulis Nanda mengulas perihal penggunaan e-budgeting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini cukup penting sebab selama ini penggunaan teknologi dalam administrasi pemerintahan harus dilakukan. Bahkan, diketahui di Kota Malang penggunaan e-budegting belum dilaksanakan secara maksimal.

“e-budgeting ini sangat penting dalam pelaksanaan administrasi dalam pemerintahan,” pungkasnya. (Coi/Ery)