Wisuda ke-69 Polinema, Langkah Nyata Menuju Kampus Kelas Dunia

MALANGVOICE- Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar wisuda tahap I atau ke-69 tahun 2025 pada Sabtu (30/8) di Graha Polinema. Sebanyak 779 wisudawan dari 31 program studi dikukuhkan.

Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo mengatakan, Sejalan dengan visi Polinema sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi yang unggul dalam persaingan global, maka beberapa program strategis mengarah pada upaya internasionalisasi kampus terus dilakukan.

Penguatan program-program kerja sama pendidikan serta kerja sama kemitraan dengan dunia industri baik dari dalam maupun luar negeri menjadi fokus dari Bidang Perencanaan dan Kerjasama.

Direktur Polinema Supriatna Adhisuwignjo. (Deny/MVoice)

Hal itu terbukti dengan diwisudanya 7 mahasiswa asing yang menyelesaikan studinya di Polinema.

“Wisuda kali ini kami arahkan dari kelas internasional mahasiswa asing dan jenjang S2. Yang sudah lulus bisa tepat waktu difasilitasi wisuda dan bisa lanjutkan perjuangannya untuk berkarier atau bekerja di tempat lain,” katanya.

Polinema Hadirkan Inovasi Infografis untuk Koleksi Lagu Anak di Museum Musik Indonesia

Menurutnya, Polinema bakal terus menciptakan atmosfer akademik internasional yang inklusif dan berkualitas. Ia menyebut nantinya diharapkan setiap prodi akan ada minimal satu mahasiswa asing.

Dalam wisuda perdana tahun 2025 ini, kebanyakan mahasiswa asing berasal dari Sudan. Mencari minat mahasiswa asing kuliah di Polinema bukan hal instan, Supriatna mengaku program menjaring mahasiswa asing sudah dimulai sejak beberapa 2018 lalu.

“Kami mantapkan jaringan agar informasi bisa sampai mereka (mahasiswa asing), kami coba manfaatkan alumni, dan ketiga manfaatkan medsos yang ada,” lanjut Supriatna.

Saat ini Polinema sudah menerima mahasiswa dari 11 negara. Selain Sudan, mahasiswa dari Madagaskar, Mali, Pakistan, Tajikistan, hingga Arab Saudi pernah menempuh pendidikan di Polinema.

Agar memancing minat mahasiswa luar negeri, Supriatna menjelaskan ada beberapa skema pembiayaan. Pertama beasiswa penuh, partial scholarship, dan mandiri.

“Fasilitas kuliah juga ada di luar kampus sehinga mereka punya wawasan di luar kampus, selama proses ini diberikan materi bahasa inggris dan bantuan administratif sehingga sejak dia tinggal dan kembali ke negaranya,” imbuhnya.

Tak hanya itu, para mahasiswa asing juga mendapat program adaptasi bahasa Indonesia yang berlangsung sekitar satu minggu pada awal perkuliahan.

“Kami memberikan pembelajaran bahasa Indonesia agar mereka cepat beradaptasi dengan lingkungan,” tutur Supriatna.

Polinema juga menyediakan pembelajaran dalam bahasa Inggris agar mahasiswa asing lebih mudah memahami materi kuliah. Para dosen pun dilatih untuk mampu menyampaikan materi sepenuhnya dalam bahasa Inggris.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait