Wisatawan Keluhkan Kenyamanan Alun-Alun Kota Batu

PKL kembali memenuhi trotoar sepanjang Jalan Sudiro Alun-alun Kota Batu, Selasa malam (24/7). (Aziz Ramadani/MVoice)
Alun-alun Kota Batu. (MVoice)
Article top ad

MALANGVOICE – Meningkatkannya kunjungan wisatawan ke Kota Batu pasca long weekend Natal ternodai. Tak sedikit wisatawan luar daerah kecewa kenyamanan publik, utamanya di Alun-alun Kota Batu.

Keluhan banyak disampaikan dan diterima Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu. Wisatawan dibuat tidak nyaman dengan merajalelanya pengamen dan pengemis. Bahkan wisatawan yang baru duduk di sebuah tempat makan langsung diminta uang. Demikian pula dengan pengemis, banyak ibu -ibu muda meminta-minta sembari menggendong anak kecil.

“Banyak (wisatawan) yang nge-share komplain ke grup media sosial PHRI Kota Batu. Kebanyakan mengeluhkan kenyamanan di alun-alun,” kata Wakil Ketua PHRI Kota Batu Titik S Ariyanto kepada MVoice, Rabu (26/12).

Duh, Wisatawan Kecewa Kenyamanan Alun-Alun Kota Batu (Istimewa)

Pihaknya lantas mempertanyakan tanggung jawab Pemkot Batu. Sebab alun -alun merupakan aset pemerintah yang seharusnya juga dijaga kenyamanan publiknya. Sedangkan kepolisian jelas tugasnya memantau keamanan lalu lintas dan kriminalitas.

“Sebenarnya ini lagu lama, pas lagi ramai, liburan panjang, selalu ada masalah ini. Wisatawan juga tidak pernah melihat ada patroli petugas khusus agar wisatawan nyaman beraktivitas di sana,” sambung Titik.

“Itu kan aset, kalau banyak wisatawan bilang negatifnya yang rugi pemerintah,” imbuhnya.

Titik berharap, Pemerintahan Kota Batu menunjukkan keseriusannya menangani hal ini. Sebab, penting untuk mengelola keseimbangan antara mengembangkan destinasi pariwisata dan kenyamanan publik.

“Jangan saja dilihat sisi positif keuntungan banyaknya wisatawan, okupansi hotel dan sebagainya,” tutupnya. (Hmz/Ulm)