Wisata Edukasi dengan Ribuan Kincir Angin Warna-Warni di Kota Batu

Pengunjung saat asik berswafoto di Bumi Kitiran Kota Batu (Ayun/MVoice)
Pengunjung saat asik berswafoto di Bumi Kitiran Kota Batu (Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Perkembangan sektor pariwisata di Kota Batu terus meningkat beberapa tahun terakhir. Bukan hanya keindahan alam yang dipertontonkan, tapi juga kreativitas masyarakat dalam menciptakan atraksi wisata buatan.

Salah satunya bisa kita jumpai wisata Bumi Kitiran di Dusun Binangun, Bumiaji, Kota Batu.

Sebidang lahan di tengah area persawahan “disulap” menjadi kebun yang dipenuhi puluhan ribu kincir angin beraneka warna, seperti merah, kuning, hijau, biru, merah jambu, dan oranye.

BNN Kota Malang

Deretan kincir angin yang disusun sedemikian rupa menghasilkan pemandangan yang indah.

“Total kitirannya kurang lebih 24 ribu. Lengkap dengan penyangganya. Dan puluhan ribu kitiran itu ditancapkan di lahan seluas 6.000 meter persegi,” ujar Owner Bumi Kitiran, Sukaji Widya Antoko.

Ia menambahkan, destinasi wisata buatan yang baru saja di launching 18 Agustus lalu terinspirasi dari Taman Dewari Megelang, Jawa Tengah.

Ia sengaja membuat Bumi Kitiran yang sebelumnya merupakan lahan pertanian jeruk, lantaran ingin memberikan alternatif destinasi wisata yang berbeda dan belum ada sebelumnya di Kota Batu.

Menurut dia, melihat potensi wisata yang besar sehingga ia membuat hamparan kitiran berwarna-warni.

“Selain itu kami ingin mengedukasi wisatawan dan anak-anak pada khususnya agar melestarikan budaya mainan asli Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Aji itu.

“Ya, meski sudah dilaunching, kami harus terus berbenah. Rencananya ke depan kami akan buat taman bunga di beberapa titik dan tempat untuk nongkrong. Sehingga wisatawan dapat lebih lama di Bumi Kitiran,” imbuhnya.

Kemudian, untuk tiket masuk pengunjung cukup merogoh kocek Rp 10 ribu per orang. Jam bukanya sejak pukul 07.00 – 17.00 WIB setiap hari.

Sedangkan, untuk akses terbilang cukup mudah. Dari Alun-Alun Kota Batu, wisatawan hanya butuh waktu sekitar 20 menit ke lokasi. Untuk menuju lokasi, memang saat ini belum ada papan penunjuk arah.

Namun wisatawan bisa menggunakan Google Map agar lebih mudah menuju Bumi Kitiran.

Tak hanya pemandangan ribuan kitiran yang berbaris rapi, pesona pegunungan yang mengitari Kota Batu juga bisa dinikmati dari taman tersebut. Jika wisatawan berkunjung sore hari, pesona lain yang bisa dinikmati yakni panorama matahari terbenam (sunset).

Khalimatus Suhriyah (23) wisatawan asal Madura sengaja mengunjungi Bumi Kitiran menyatakan rasa kagumnya. Ia terpesona lalu datang bersama teman-temannya untuk foto di tempat wisata tersebut.

“Luar biasa tempat wisata Bumi Kitiran ini. Di sini saya bisa melepas stres dan mengenang masa kecil. Sangat unik dan bisa dibilang tidak ada di Malang Raya,” ungkapnya.

Sementara, Plt. Dinas Pariwisata Kota Batu (Disparta) mengatakan itu merupakan destinasi sangat bagus.

“Yang diharapkan kami kan seperti itu. Jadi warga ikut serta dalam pengembangan wisata. Kalau itu berkembang jadi sebuah destinasi wisata, ya anti akan kami bantu dari segi sarana dan prasarana,” tutupnya. (Hmz/Ulm)