Warga Sisir Kota Batu Blokir Jalan, Ada Apa?

Warga RW06 Kelurahan Sisir blokir jalan akses menuju peresmian gedung Yayasan Cahaya Islam, Jumat (13/4). (Aziz / MVoice)
Warga RW06 Kelurahan Sisir blokir jalan akses menuju peresmian gedung Yayasan Cahaya Islam, Jumat (13/4). (Aziz / MVoice)

MALANGVOICE – Ratusan warga RW 06 Kelurahan Sisir Kota Batu blokir Jalan Sultan Hasan Halim, Jumat (13/4). Mereka menolak rencana pendirian gedung milik Yayasan Cahaya Islam.

Selain menutup jalan, warga juga memasang spanduk berisi kalimat penolakan. Tepatnya, warga Sisir Kota Batu menolak atau tidak mengizinkan rencana berdirinya atau dibangun gedung sekolah atau kantor Yayasan Cahaya Islam.

Selain warga, turut mengamankan aksi penolakan itu dari pasukan Banser PC GP Ansor Kota Batu. Sementara, di dekat lokasi rencana pembangunan ada satu peleton lebih personel Polres Batu tengah berjaga–jaga. Situasi cukup menegangkan, karena tamu dari Yayasan Cahaya Islam sempat bersitegang dengan pengunjuk rasa saat mencoba melewati pemblokiran warga.

Perwakilan warga, Saiful Anwar mengatakan, aksi penolakan rencana pembangunan yang juga tepat pada momen peletakan batu pertama oleh Yayasan Cahaya Islam bukan tanpa sebab. Ada indikasi kuat yayasan tersebut membawa faham atau aliran yang menentang ideologi bangsa. Diketahuinya pula pada proposal milik yayasan menyebutkan gedung yang direncanakan untuk lembaga pendidikan itu tidak mengakui konsep pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ini warga menolak ada alasan, proposal pertama menyabutkan pendidikan Indonesia tidak benar. Ini kan artinya tidak mengakui keberadaan Indonesia. Ini fatal, jika mengatakan pendidikan Indonesia tidak benar,” beber Saiful ditemui MVoice disela-sela aksi.

Selain itu, lanjut Saiful, sejak wacana pembangunan, warga menolak. Ini juga disaksikan pihak Kelurahan Sisir dan Kecamatan Batu. Bahkan, menurutnya, sebelum merencanakan pembangunan di RW 06, pihak yayasan terlebih dulu berencana membangun di lingkungan RW 08 di kelurahan yang sama dan ditolak juga.

“Sudah ada pertemuan dan yang membuat berita acara Kelurahan dan Kecamatan dan dilaporkan kepada Wali Kota,” tutupnya.(Der/Aka)