Wali Kota Malang Minta Penanganan Menyeluruh Terkait Ambrolnya Trotoar Jembatan Embong Brantas

MALANGVOICE – Trotoar Jembatan Embong Brantas di Jalan Gatot Subroto ambrol dan langsung menyita perhatian Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Longsoran sepanjang 25 meter itu bukan hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga merusak dua rumah warga di bawahnya.

Wahyu bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, turun langsung meninjau lokasi pada Senin (24/11), didampingi OPD terkait dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Ia juga menyambangi rumah warga terdampak di RW 12 Kesatrian dan memberikan bantuan.

Wahyu menegaskan penanganan tidak boleh sebatas memperbaiki kerusakan di permukaan. Menurutnya, akar masalah harus diselesaikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Menteri PKP Maruarar Sirait Dorong Percepatan Program 3 Juta Rumah Subsidi di Malang Raya

“Kejadian seperti ini mungkin tidak bisa dicegah sepenuhnya, tapi sumber persoalannya harus dibedah. Ada beberapa hal yang perlu segera dibenahi,” kata Wahyu.

Dari peninjauan, ia menemukan sisi timur jembatan tidak memiliki plengsengan penahan beban. Kondisi ini membuat tanah mudah tergerus hujan, apalagi ditambah getaran kendaraan besar yang melintas.

Di sisi lain, permukaan trotoar yang sejajar dengan badan jalan membuat air hujan mengalir langsung ke pemukiman warga. Upaya swadaya warga menutup akses air tak mampu menahan intensitas hujan ekstrem belakangan ini hingga akhirnya tanah ambles.

Tak hanya dua rumah yang rusak, sekitar 20 rumah lain di Kampung Tridi masuk kategori rawan. Situasi makin kompleks karena kawasan tersebut berdiri di atas lahan milik PT KAI, sehingga penanganannya perlu koordinasi lintas instansi.

“Lahan ini milik KAI. Kami ingin duduk bersama, termasuk Kementerian PUPR, agar penyelesaian dilakukan lintas sektor. Kalau hanya satu pihak yang menangani, masalah ini akan muncul lagi,” tegas Wahyu.

Ia juga menyebut perlunya desain ulang manajemen kawasan, mulai dari pergerakan kendaraan, kondisi drainase, hingga kelayakan bangunan di atas lahan tersebut.

BBPJN disebut siap melakukan penanganan darurat. Balai Besar akan membuat bak kontrol yang mengarah ke Sungai Brantas di sisi selatan Kampung Tridi.

“Perbaikan sementara ditargetkan selesai satu sampai dua minggu,” ujar Wahyu.

PPK 3.6 Jawa Timur BBPJN, Reza Maulana, memastikan pihaknya segera mengembalikan struktur trotoar ke kondisi semula sekaligus menambahkan bak kontrol air.

“Kerusakan terjadi di bagian tepi, bukan badan jembatan. Kami pastikan perbaikan permanen dan spesifikasinya sama seperti sebelumnya. Target selesai satu sampai dua minggu,” tutup Reza.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait