MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia memastikan ketersediaan bahan pokok, LPG, hingga bahan bakar minyak (BBM) di Kota Malang dalam kondisi aman dan mencukupi.
Imbauan tersebut disampaikan Wahyu Hidayat usai melakukan peninjauan langsung bersama Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin dan jajaran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, Rabu (11/3).
Jelang Idulfitri 2026, Diskopindag Pastikan Stok Sembako di Kota Malang Aman 6 Bulan
Dalam peninjauan itu, rombongan mendatangi lima titik distribusi dan perdagangan, yakni Pasar Sawojajar, Hypermart Sawojajar, agen distributor di Pasar Besar Malang, Gudang BULOG Kantor Cabang Malang, serta Depo Pertamina Fuel Terminal Malang.
Wahyu menegaskan masyarakat tidak perlu terpengaruh isu kelangkaan yang dapat memicu pembelian berlebihan.
“Saya meminta masyarakat tidak terpengaruh isu yang membuat panic buying. Kami sudah berkeliling mulai dari Pasar Sawojajar, Hypermart, distributor, gudang Bulog hingga Pertamina. Ketersediaan BBM, LPG, dan bahan pokok semuanya aman, tidak ada kelangkaan maupun lonjakan harga yang signifikan,” ujar Wahyu.
Menurutnya, pembelian dalam jumlah tidak wajar justru berpotensi mengganggu ketersediaan barang dan stabilitas harga di pasaran.
Pemantauan tersebut merupakan lanjutan dari langkah pengendalian inflasi yang dilakukan Pemerintah Kota Malang. Sebelumnya, pada 4 Maret lalu, TPID Kota Malang melakukan pengecekan di tingkat hulu kepada petani dan peternak. Kali ini pemantauan difokuskan pada tingkat hilir, yakni pedagang pasar dan distributor.
Dari hasil pantauan di Pasar Sawojajar, sejumlah harga komoditas masih relatif terkendali. Daging ayam ras dijual di kisaran Rp38.000–Rp40.000 per kilogram, daging sapi Rp115.000–Rp120.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp110.000–Rp120.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp80.000–Rp90.000 per kilogram, dan beras premium Rp74.000–Rp75.000 per 5 kilogram.
Wahyu mengakui ada kenaikan harga pada komoditas cabai. Hal itu dipicu faktor cuaca yang menyebabkan banyak tanaman cabai rusak.
“Memang ada kenaikan cukup signifikan pada cabai karena faktor cuaca. Nanti akan kami rapatkan dengan TPID untuk mencari skenario menekan harga, termasuk menghidupkan kembali Warung Tekan Inflasi,” jelasnya.
Sementara itu, hasil pemantauan di supermarket menunjukkan stok kebutuhan masyarakat tetap stabil dan dinilai cukup untuk memenuhi permintaan menjelang Lebaran.
Saat meninjau Gudang BULOG di kawasan Gadang, Wahyu juga memastikan cadangan beras pemerintah dalam kondisi sangat aman.
“Dari Kepala Bulog disampaikan stok beras kita aman hingga sekitar 10 bulan ke depan. Siap disalurkan, termasuk program SPHP dan bantuan pangan berupa beras yang juga sudah siap digelontorkan,” ungkapnya.
Selain bahan pangan, rombongan juga memastikan pasokan BBM di Depo Pertamina Fuel Terminal Malang. Wahyu menegaskan tidak ada kelangkaan BBM seperti yang sempat beredar dalam isu yang menyebut stok bensin hanya tersisa 20 hari.
Menurutnya, sistem distribusi BBM diatur dengan mekanisme pengisian ulang secara berkala sehingga pasokan akan kembali diisi sebelum stok menipis.
“Tidak ada kelangkaan BBM. Jika ada kondisi tertentu saat Idul Fitri, Pertamina juga siap menyuplai hingga ke lokasi pelanggan dengan armada motor. Jadi kondisinya relatif aman,” tegasnya.
Ia kembali meminta masyarakat Kota Malang tetap tenang dan bijak dalam berbelanja kebutuhan menjelang Lebaran.
Pemerintah Kota Malang bersama TPID, kata Wahyu, akan terus melakukan pemantauan berkala untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar.(der)