Wali Kota Malang ‘Belum Puas’ Target Pajak Daerah

Wali Kota Malang Sutiaji didampingi Kepala Bapenda Ir Ade Herawanto di Hotel Tugu, Rabu (26/2). (Aziz Ramadani MVoice)
Wali Kota Malang Sutiaji didampingi Kepala Bapenda Ir Ade Herawanto di Hotel Tugu, Rabu (26/2). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Sutiaji optimistis Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pajak mampu meningkat. Namun, target Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang dipatok Rp 621 miliar pada 2020 ini diyakininya masih terlalu kecil.

Sutiaji mengatakan, potensi PAD sektor pajak di Kota Malang sangat besar. Mengingat, WP atau wajib pungut perkembangannya sangat signifikan. Dicontohkannya, keberadaan hotel dan restoran. Maka, menurutnya, Bapenda harus lebih inovatif untuk menggali potensi pajak daerah tersebut.

“Saya mengapresiasi Bapenda. Target itu kan berbasis lelang kinerja, masih pada tahapan intensifikasi dan ekstensifikasi, belum ekspansi dan inovasi. Sehingga masih ada dua tahapan untuk meningkatkan hal itu (pajak),” katanya usai menghadiri Forum Perangkat Daerah Bapenda di Hotel Tugu, Rabu (26/2).

BNN Kota Malang

Peningkatan atau optimalisasi potensi pajak, menurutnya, menjadi perhatian serius. Sebab, Pemkot Malang tidak ingin terus bergantung kepada anggaran pemerintah pusat.

“Maka penguatan di pendapatan daerah ini harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi agar sektor pajak daerah dapat optimal telah dirancang dengan sebuah bank. Inovasi berbasis teknologi tersebut diyakini mampu mendeteksi secara riil aliran pajak di setiap WP.

“Inovasi akan terus dilakukan. Nanti saya juga akan memantau di lapangan,” pungkasnya.(Der/Aka)