Volume Kendaraan Diproyeksikan Meningkat, Jalur Strategis ke Destinasi Wisata Rusak

MALANGVOICE– Pada Lebaran 2026 diperkirakan pergerakan kendaraan di Kota Batu mencapai 242 ribu kendaraan per hari. Peningkatan volume kendaraan yang begitu signifikan berasal dari aktivitas wisatawan. Mengingat Kota Batu sebagai barometer pariwisata di Jatim dan kerap dibanjiri wisatawan setiap momen liburan.

Kondisi infrastruktur jalan yang optimal menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran mobilitas wisatawan maupun masyarakat lokal.

Meski begitu, fakta di lapangan menunjukkan situasi yang berbeda. Jalur penghubung di Jalan Abdul Gani Atas, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu mengalami kerusakan dan berlubang. Hampir di sepanjang jalan terlihat permukaan aspal yang pecah dan berlubang. Beberapa lubang bahkan cukup dalam sehingga memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan atau menghindar secara tiba-tiba.

Padahal, Jalan Abdul Gani Atas merupakan salah satu jalur strategis di Kota Batu. Jalan ini menjadi akses utama menuju sejumlah destinasi wisata populer seperti Museum Angkut, Durian Fantasi, Kusuma Agrowisata, hingga sejumlah hotel besar seperti Aston Inn Batu dan Zam-Zam Hotel. Selain sebagai jalur wisata, ruas jalan tersebut juga menjadi akses vital bagi aktivitas warga sekitar. Setiap hari jalan ini dilalui kendaraan wisatawan, kendaraan logistik, hingga masyarakat yang beraktivitas di wilayah Kecamatan Batu.

Salah satu pengendara, Izma Wibowo mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Ia mengaku kondisi jalan rusak sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, kerusakan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir.

“Jalannya sudah hancur. Hampir di sepanjang ruas banyak lubang, bahkan ada yang cukup dalam. Kalau malam atau saat hujan jelas sangat membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut tidak sebanding dengan status jalan yang menjadi jalur utama menuju kawasan wisata. Ia khawatir kerusakan jalan bisa memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang paling rentan.

“Ini jalur wisata yang setiap hari ramai kendaraan. Kalau tidak segera diperbaiki, bisa berbahaya. Pengendara motor yang paling rawan jatuh,” katanya.

Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Pemkot Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Karena itu warga berharap perbaikan bisa segera dilakukan, terlebih menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran.

Keluhan serupa juga disampaikan warga Kelurahan Ngaglik, Arifin. Ia menyayangkan lambannya penanganan dari dinas terkait meskipun kondisi jalan sudah lama dikeluhkan masyarakat.

“Kerusakan ini bukan baru beberapa hari. Sudah lama rusak dan semakin parah. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan berarti,” ujarnya.

Arifin juga mengingatkan bahwa kondisi jalan tersebut dapat memberikan kesan buruk bagi wisatawan yang datang ke Kota Batu.

“Ini jalur menuju tempat wisata. Kalau tamu dari luar kota lewat sini dan melihat jalan rusak seperti ini tentu kurang bagus untuk citra Kota Batu sebagai kota wisata,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki kerusakan jalan sebelum arus mudik dan libur Lebaran benar-benar memadati Kota Batu.

“Minimal ditambal dulu supaya tidak semakin membahayakan. Apalagi nanti saat Lebaran kendaraan pasti meningkat tajam,” tuturnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait