Kota Malang Bakal Punya Monorel?

Urung Gandeng Investor Asing, Nilai Investasi Monorel Capai Rp 2 Triliun

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Jarot Edy Sulistyono. (Muhammad Choirul)
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Jarot Edy Sulistyono. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Rencana pengadaan monorel di Kota Malang bukan wacana belaka. Rabu (18/1), Pemkot telah menentukan perusahaan yang bakal menanamkan investasi untuk pengerjaan monorel.

Sebelumnya, Wali Kota, HM Anton, menyebut, proyek ini bakal menggandeng investor asing asal Tiongkok atau Jerman. Namun, hal itu urung dilakukan, setelah ada kepastian merapatnya PT Indonesia Transit Central (ITC) yang berbasis di Jakarta.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Jarot Edy Sulistyono, memaparkan, perusahaan swasta ini bergerak di bidang transportasi publik. Terkait batalnya mendatangkan investor asing, dia enggan berkomentar.

“Monggo dikonfirmasi langsung ke Pak Wali (HM Anton, red),” kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan (DPU-PPB) itu.

“Yang jelas kami bersyukur ada pengusaha berinvestasi di Kota Malang. Akan kami beri pelayanan terbaik supaya nyaman dan aman,” lanjutnya.

Dia menambahkan, ada sejumlah pertimbangan PT ITC memilih menanamkan modalnya di Kota Malang. Selain sebagai kota terbesar ke-2 di Jawa Timur, Kota Malang juga dipandang sudah memerlukan inovasi sarana transportasi publik.

Tak tanggung-tanggung, nilai investasi proyek ini mencapai Rp 2 triliun. “Setelah ini akan dilakukan penandatanganan kesepakatan studi kelayakan,” paparnya.