Tuntutan Warga Mangliawan Ditanggapi Perumda Tirta Kanjuruhan

Direktur Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi. (Toski D).
Direktur Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi. (Toski D).

MALANGVOICE – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan, Kabupaten Malang, menanggapi tuntutan warga Desa Mangliawan, Pakis, atas pemanfaatan sumber mata air Wendit.

“Kalau menuntut ke kota kan kota itu memang sudah memanfaatkan. Kalau Kabupaten kan baru akan. Itupun kalau dilihat dari kapasitas, tidak ada lima persen dari yang diambil dari kota,” ungkap Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi, saat dihubungi, Selasa (18/2).

Menurut Syamsul, sebenarnya, rencana pemanfaatan sumber air Wendit tersebut, nantinya akan diperuntukkan bagi masyarakat Desa Mangliawan sendiri, bukan pada masyarakat lain, bahkan Perumda Tirta Kanjuruhan telah mendapatkan izin dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PUPR.

BNN Kota Malang

“Kami akan memanfaatkan sumber mata air Wendit untuk warga Desa Mangliawan sendiri. Suplai air itu kan untuk masyarakat Pakis sendiri. Saya kan sudah punya izin 210 liter per detik, untuk tahap pertama ini yang mau saya manfaatkan sebanyak 50 liter. Tidak ada lima persen dari yang diambil kota. Izin sudah saya lengkapi, untuk pengambilan air itukan yang memberikan izin pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR,” ulasannya.

Lebih lanjut, Syamsul menjelaskan, untuk izin pemanfaatan air oleh pihak Perumda Tugu Tirta bertolak belakang dengan Perumda Tirta Kanjuruhan.

“Kalau kota kan dibatalkan itu. Tidak memenuhi prosedur. Masyarakat kan harus diberikan informasi yang sebenarnya. Kalau punya kabupaten ini diuji di pengadilan sudah gak ada masalah,” terangnya.

Dengan begitu, lanjut Syamsul, wajar bila warga Mangliawan meminta kompensasi lantaran Perumda Tugu Tirta sudah memanfaatkan sumber mata air Wendit tersebut.

“Sekian tahun minta 23 miliar ya wajar, yang diambil saja 1.500 liter per detik. Kewajiban memberikan kompensasi itu bagi yang sudah memanfaatkan. Kan kita belum manfaatkan,” tukasnya.

Sekedar diketahui, dalam pemberitaan sebelumnya, sejumlah perwakilan warga mendatangi kantor DPRD Kota Malang untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka ingin Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang selama ini sudah memanfaatkan sumber air tersebut agar memberi kompensasi.

Selain itu juga meminta Perumda Tugu Tirta Kota Malang, dan Perumda Tirta Kanjuruhan untuk segera membongkar pipa yang selama ini mereka gunakan untuk mengambil air di Wendit.(Der/Aka)