Tuntut Keringangan Selama Pandemi, Demonstran Mahasiswa UMM Unjuk Rasa Dobrak Portal

Aliansi Mahasiswa Bergerak mendobrak paksa portal UMM
Article top ad

MALANGVOICE – Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) unjuk rasa di depan kampus, Selasa (16/2). Unjuk rasa ini diakibatkan tidak ada penurunan SPP saat pandemi Covid-19.

Selama satu jam berdemo, para demonstran yang menamakan diri mereka Aliansi Mahasiswa Bergerak itu tidak diperkenankan masuk ke dalam kampus UMM.

Mahasiswa akhirnya memaksa masuk dengan mendobrak portal. Dobrakan itu sempat ditahan oleh beberapa Satpam UMM namun tak kuasa menahan dorongan Aliansi Mahasiswa Bergerak.

Ada sembilan tuntutan dari Aliansi Mahasiswa Bergerak, yakni pemotongan SPP 50% selama pandemi. Pembebasan Pembayaran SPP Untuk Mahasiswa yang Sudah Tidak Mengambil Mata Kuliah.

Dierikan kuota gratis selama perkuliahan daring. Penghentian peningkatan biaya SPP 5% Per Tahun. Ringankan biaya magang selama pandemi.

Diberikan perpanjangan masa pembayaran SPP. Dikembalikannya 50% uang P2KK dan Pesmaba Mahasiswa Baru dikarenakan para Mahasiswa baru tidak melaksanakan P2KK offline dan tidak semuanya para Mahasiswa baru melaksanakan Pesmaba secara offline.

Dihentikannya pungli parkir Masjid untuk mahasiswa UMM dikarenakan itu terrmasuk fasilitas kami dari uang SPP yang kami bayarkan. Berikan efektifitas pembelajaran selama pandemi.

Hingga berita ini tayang, Pihak Rektorat UMM Belum menemui para demonstran. Ketika Satpam rektorat ditanyai apakah Rektor UMM, Fauzan ada, ia menjawab ada.

“Pak rektor ada, tapi masih ada tamu, lagi MoU,” jelasnya.(der)