Jelang Pilwali 2018 Kota Malang

Tunggu Putusan DPP, Enam Partai Sempat Bahas Koalisi dengan PDIP

Sekretaris DPD PAN Kota Malang, Dito Arief. (Muhammad Choirul)
Sekretaris DPD PAN Kota Malang, Dito Arief. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Komunikasi enam partai politik (Parpol) untuk membentuk koalisi besar masih berlangsung. Sekretaris DPD PAN Kota Malang, Dito Arief, mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan DPP.

“Bola sudah ada di tangan DPP, tapi komunikasi kami masih terus dilakukan. Sepertinya semua partai masih sibuk urus rekomendasi,” ungkapnya kepada MVoice, Selasa (26/12).

Enam parpol itu, yakni PAN, PPP, Hanura, Demokrat, Gerindra, dan Golkar, terakhir kali bertemu pada Sabtu (23/12) lalu. Dalam pertemuan yang digeber di Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang itu memang belum disepakati keputusan final.

Hanya saja, Dito menjelaskan, pembahasan kian mengerucut pada nama-nama yang bakal diusung dalam Pilwali 2018 mendatang. “Tiga parpol lain di luar poros Hanura, PAN, dan PPP, Sudah mengusulkan nama,” imbuhnya.

Sementara itu, Hanura, PAN, dan PPP sendiri sudah tegas mengusung Ya’qud Ananda Gudban sebagai Bakal Calon Wali Kota. Dito menambahkan, pertemuan berikutnya segera diagendakan dengan pembicaraan yang lebih terbatas antara para kandidat ini.

Di sisi lain, terdapat pula kans bergabungnya PDIP. “Perkembangan terbaru, ada peluang head to head melawan petahana dengan kemungkinan bergabungnya PDIP ke koalisi besar ini. Sudah sempat dibahas, InsyaAllah mau diagendakan pertemuan berikutnya mungkin dengan PDIP,” lanjutnya.

Sejalan dengan itu, PAN juga tengah mengurus rekomendasi dari DPP. Sejauh ini, belum ada surat keputusan resmi yang turun dari DPP.

“Ini sedang diurus, nunggu finalisasi pasangan calon yang diusung, karena kan harus pasangan. Kalau kandidat N1, sesuai dengam usulan DPD yang kemudian diteruskan DPW PAN Jatim ke DPP PAN ya atas nama Mbak Nanda itu,” pungkasnya.(Der/Yei)