MALANGVOICE– Tragedi kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Pattimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu pada Rabu sekitar pukul 16.45 WIB (18/2). Arus lalu lintas yang semula berjalan lancar mendadak berubah mencekam. Sebanyak lima kendaraan yang melintas di jalur padat itu terlibat insiden tabrakan beruntun yang merenggut satu nyawa dan empat orang lainnya mengalami luka-luka.
Insiden tragis ini bermula ketika sebuah truk Isuzu bernomor polisi P-8640-UG yang dikemudikan Eko Wahyudi (33), warga Jember, melaju dari arah barat menuju timur. Namun, di tengah perjalanan, sopir truk kehilangan kendali. “Diduga kendaraan R6 (truk) tersebut mengalami rem blong sehingga tidak bisa dikendalikan dengan baik,” ujar Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim.
Truk tersebut kemudian membentur bagian belakang kendaraan Daihatsu bernomor polisi N-1822-JJ yang dikemudikan Gatot Susilo (41), warga Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Di dalam mobil tersebut, turut serta Lilik Yuliani (42) dan Syafa Adinda yang masih berusia enam tahun. Benturan keras itu menjadi awal terjadinya rangkaian peristiwa nahas itu.
Tanpa sempat terhenti, truk yang sama terus melaju tak terkendali dan kembali membentur bagian belakang mobil Grand Max bernomor polisi B-1613-HZM yang dikendarai Frans Ricardo Pakpahan (24), asal Semarang. Tak berhenti di situ, dua pengendara motor yang berada di jalur yang sama turut menjadi korban. Zezen Ardianto (42), seorang anggota Polri yang mengendarai Honda Beat N-5977-TBI. Serta seorang pengendara motor ojek daring, Iwan Kurniawan (38), warga Junrejo yang mengendarai Honda Beat N2996-LR, ikut terseret dalam insiden tersebut.
Dalam upaya menghindari korban lebih banyak, sang sopir truk disebut sempat membanting setir ke kiri hingga akhirnya menabrak tiang listrik dan baru berhenti..Sayangnya, dari lima korban yang terlibat, satu orang dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. “Korban atas nama Iwan Kurniawan mengalami luka cidera berat pada kepala dan meninggal dunia di TKP. Jenazahnya langsung kami evakuasi ke RS Hasta Brata untuk dilakukan visum,” terang AKP Kevin.
Sementara itu, empat korban lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit yang sama. Zezen Ardianto mengalami luka di kepala, Frans Ricardo Pakpahan menderita memar di paha dan lengan kanan, Lilik Yuliani mengalami trauma pada leher dan mata kanan, serta Syafa Adinda, bocah enam tahun itu, harus menahan nyeri akibat luka di kedua kakinya.
Akibat kejadian ini, kelima kendaraan mengalami kerusakan parah dengan total kerugian material ditaksir mencapai Rp30 juta. Polisi dari Unit Gakkum Satlantas Polres Batu langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan kendaraan, serta memeriksa sejumlah saksi di lokasi. Kevin menyebutkan bahwa faktor utama penyebab kecelakaan adalah kelalaian manusia.
“Dari hasil olah TKP sementara, faktor kendaraan, jalan, dan alam tidak berpengaruh. Semua murni diduga karena sopir truk yang ceroboh dan tidak mampu mengendalikan kendaraannya saat mengalami rem blong,” jelasnya.
Kevin mengimbau para pengemudi, terutama kendaraan besar, untuk selalu memeriksa kondisi rem dan kelayakan kendaraan sebelum berjalan. “Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai kelalaian sesaat berujung duka selamanya,” pungkasnya.(der)