MALANGVOICE– Operasi Keselamatan Semeru 2026 digelar secara serentak di wilayah Jatim selama 14 hari mulai 2-15 Februari. Tema yang diusung “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026”. Kegiatan ini merupakan upaya cipta kondisi pra Operasi Ketupat Idul Fitri 1447 H guna meminimalisir berbagai potensi gangguan.
Kekuatan personel yang diterjunkan terbilang cukup besar, sebanyak 5.020 personel, dengan rincian 395 personel Satgas Polda dan 4.625 personel Satwil jajaran. Para petugas fokus melakukan penindakan pada pelanggaran lalu lintas yang menjadi faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan di jalan raya. Apalagi, permasalahan lalu lintas saat ini semakin kompleks dan memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak.
Perbaikan Jalan Pasar Gadang Dipastikan Tahun Ini, Pakai Full Beton
Berdasarkan data analisa dan evaluasi pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru tahun 2025, tercatat sebanyak 531 kasus kecelakaan lalu lintas. Rentetan insiden kecelakaan tersebut mengakibatkan 10 korban meninggal dunia, 51 korban luka berat, serta 803 korban luka ringan. Angka tersebut menunjukkan bahwa keselamatan berlalu lintas masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama.
Apel gelar pasukan digelar Polres Batu sebagai bentuk kesiapan melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Mapolres Batu (Senin, 2/2). Apel dipimpin langsung Wakapolres Batu, Kompol Anton Widodo dengan membacakan amanat Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nanang Avianto. Tingginya angka kecelakaan lalu lintas berkorelasi langsung dengan meningkatnya pelanggaran lalu lintas serta rendahnya pemahaman masyarakat terhadap aturan keselamatan.
“Kondisi tersebut diperparah oleh perilaku pengemudi yang tidak disiplin dan berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan di jalan raya,” ujar Anton membacakan amanat Kapolda Jatim.
Anton mengatakan, apel gelar pasukan ini menjadi momentum strategis untuk melaksanakan pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, sarana dan prasarana pendukung, serta soliditas dan sinergitas lintas sektoral agar pelaksanaan operasi dapat berjalan dengan optimal. Sehingga menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, seiring dengan meningkatnya aktifitas dan mobilitas masyarakat.
“Operasi ini akan mengedepankan pendekatan yang humanis namun tetap tegas melalui tiga strategi utama, yaitu preemtif, preventif, dan represif,” ujar mantan Kabag Ops Polres Batu itu.
Pada upaya preemtif, Polri akan memaksimalkan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi dan penyuluhan, termasuk kepada pengusaha otobus terkait pentingnya sistem manajemen keselamatan, serta kampanye keselamatan berlalu lintas melalui media cetak, elektronik, dan media sosial guna membangun budaya tertib berlalu lintas.
Sementara itu, upaya preventif dilakukan melalui pelaksanaan ramp check terpadu dengan bersinergi bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan, meliputi pemeriksaan teknis kendaraan serta pemeriksaan kesehatan pengemudi, termasuk tes urine di terminal dan pool bus. Kendaraan yang dinyatakan laik jalan akan ditempel stiker sebagai tanda jaminan keselamatan bagi penumpang. Selain itu, patroli akan ditingkatkan di titik-titik blackspot (rawan kecelakaan) dan troublespot (rawan kemacetan).
Adapun pada upaya represif, penegakan hukum akan dilakukan secara selektif dan prioritas terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan lalu lintas, seperti over dimension over loading (ODOL), melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis. Penindakan juga akan dioptimalkan melalui pemanfaatan teknologi ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) guna mewujudkan penegakan hukum yang transparan dan akuntabel serta menghindari praktik pungutan liar.
“Operasi ini merupakan langkah awal untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026. Kami mengimbau seluruh personel agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat di atas segalanya,” ujar Kompol Anton Widodo.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor serta kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan, termasuk kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Keberhasilan operasi ini bukan hasil kerja satu pihak, melainkan kerja kolektif bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait. Laksanakan tugas dengan penuh dedikasi, jaga kesehatan dan keselamatan selama bertugas, serta niatkan setiap pengabdian sebagai nilai ibadah,” pungkasnya.(der)