Tim Monitoring Paslon Dewi Sri Ragukan Keseriusan KPU

Tim monitoring daftar pemilih paslon nomor 2 saat jumpa pers di Kantor PDIP

MALANGVOICE – Tim monitoring daftar pemilih Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Malang nomor 2, Hj Dewanti Rumpoko-Hj Masrifah Hadi, meragukan keseriusan kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang.

Anggota Tim Monitoring, Bambang Siswanto, tidak seriusnya KPU karena tim monitoring menemukan adanya pemilih ganda di beberapa kecamatan. Sehingga terkedan KPU menyepelekan masalah ini dan seakan-akan tidak penting. KPU dan Panwaslu justru sibuk mengurusi spanduk yang tergolong masalah kecil.

Menurutnya, selama 10 hari melakukan pengecekan DPS (Daftar Pemilih Sementara) di lapangan hasilnya banyak kekurangan dan perlu segera dilperhatikan Panwaslu. “Kami sekarang bicara dengan data konkrit, jangan sampai di belakang hari ada masalah,” katanya, di Kantor DPC PDIP Kabupaten Malang di Kepanjen, Senin (28/9) sore.

BNN Kota Malang

Sebab itu, pihaknya, prihatin atas kinerja KPU dan Panwas. “Kemungkinan besar Panwas enggan bersentuhan dengan data, karena takut membongkar indikasi kecurangan, atau Panwas tidak memiliki potensi mendeteksi pemilih ganda,” tambah Koordinator Monitoring, Bagyo Prasasti Prasetyo.

Berikut temuan-temuan terkait daftar pemilih:

1. KPU tidak memberikan soft copy DPS kepada tim kampanye tingkat kecamatan, sehingga hal ini dirasa merugikan Paslon nomor 2.

2. Banyak ditemukan pemilih ganda dalam DPS

3. Adanya pemilih yang terindikasi dihilangkan hak pilihnya

4. KPU tidak menggunakan aplikasi Sidalih yang diwajibkan KPU RI, sehingga banyak pemilih ganda dan adanya pemilih terindikasi dihilangkan hak pilihnya

5. Sebagian rumah penduduk tidak dipasang stiker pemutakhiran, Paslon nomor 2 menduga adanya ketidakwajaran

6. Cetakan DPS tidak netral, seperti halnya di Kecamatan Pakis yang menggunakan sampul berwarna kuning.