Kota Malang Memilih Pemimpin

Tersihir Adrenalin Egrang, Wanedi Komitmen Lestarikan Permainan Tradisional

Calon Wakil Wali Kota Malang, Ahmad Wanedi, menjajal permainan tradisional egrang. (Muhammad Choirul)
Calon Wakil Wali Kota Malang, Ahmad Wanedi, menjajal permainan tradisional egrang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, Ahmad Wanedi, tergugah untuk melestarikan permainan tradisional. Keinginan dan komitmen tersebut kian mantap usai dia menjajal beberapa jenis dolanan yang kini mulai terancam terkikis zaman modern seperti saat ini.

Bertempat di Padepokan Yongki Irawan, Kelurahan Sukun, Kota Malang, Wanedi setidaknya sempat mencicipi bermain egrang dan bambu gila. Secara spontan, Wanedi mengajak warga bermain bersama, ketika melihat bambu yang biasa digunakan untuk egrang.

“Boleh saya coba,” kata Wanedi, sambil meraih bambu tersebut. Merasa tubuh telah seimbang dengan perlahan Wanedi menggerakkan kaki dan tangan bersamaan khas permainan egrang.

Meski susah payah, Wanedi akhirnya tetap mampu menguasai permainan egrang. Permainan yang cukup memacu adrenalin ini pun sempat membuat warga yang menyaksikan turut ‘tersihir’ suasana.

“Hati-hati pak perlahan-lahan,” teriak warga yang menonton. Puas bermain dengan egrang, Wanedi kemudian menguji adrenalin dengan memainkan bambu gila yang sering dimainkan oleh anak-anak di Padepokan.

Yongki Irawan yang juga dikenal sebagai pemerhati budaya mengungkapkan bahwa banyak permainan tradisional kian langka dipraktikkan di Indonesia. “Ini yang sudah hilang dari generasi kita saat ini, seharusnya ini jadi permainan wajib anak-anak,” kata Yongki.

Mendengar itu Wanedi sampaikan bahwa pasangan Menawan akan selalu menyediakan tempat kepada masyarakat untuk terus melestarikan keaslian budaya lokal. Menurut Wanedi, jika bukan putra – putri Indonesia sendiri yang melestarikan khazanah lokal tersebut, lantas siapa lagi.

“Tempat untuk dijadikan wadah buat masyarakat di Kota Malang itu sangat minim, kami pasangan menawan punya program untuk itu. Ini mulai hilang, alangkah indahnya kalau permainan ini dimainkan, saya sekarang telah mencoba, ini sebagai contoh,” katanya.(Coi/Aka)