Tempat Wisata Sepi Saat Ramadan Dinilai Wajar

. Salah satu wana wisata petik apel di Kota Batu (Ayun/MVoice)
Article top ad

MALANGVOICE – Saat bulan Ramadan, pergerakan wisata alam di Kota Batu sepi pengunjung. Misalnya seperti wisata petik apel dan rafting. Hal itu dinilai wajar dan tidak perlu panik.

Menurunnya kunjungan wisatawan itu bukan akhir dari segalanya. Namun, justru mereka manfaatkan untuk mempersiapkan liburan setelah Ramadan.

Publik Relation & Marcom Manager Kaliwatu Group, Darmawan R Putra mengungkapkan jika saat puasa Ramadan pihaknya memanfaatkan untuk membuat beberapa program baru.

“Ya, memang sepi pengunjung, namun kami tidak diam dan terpuruk begitu saja. Kami manfaatkan untuk meeting evaluasi setahun ke depan,” ujarnya

“Seperti kami membuat tim lagi untuk mengawal wisatawan yang rafting,” imbuhnya

Selain itu, Darmawan juga mengatakan jika saat bulan suci Ramadan ada beberapa diskon bagi rombongan wisatawan yang berlibur. Seperti paket ngabuburit dengan harga per orang mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp 120 ribu.

Kemudian, juga ada paket Ramadan mulai dari 136 ribu hingga Rp 150 ribu dengan jarak tempuh dari tujuh kilometer sampai sembilan kilometer.

Sementara itu, satu di antara petani Apel di Desa Bumiaji Amir (27) menyatakan sudah menjadi tradisi jika saat Ramadan sepi pengunjung. Namun, hal itu ia manfaatkan untuk menyiapkan lahan siap dipetik setelah ramadan.

Menurutnya, hanya beberapa rombongan wisatawan saja yang datang untuk petik apel saat Ramadan. Baru nanti dua hari setelah Hari Raya tamu wisatawan membeludak. Tetapi wisatawan sudah memesan jauh-jauh hari untuk wisata petik apel.

“Nah, biasanya itu rombongan membeludak dua sampai tiga hari setelah lebaran. Bahkan lahan yang kami siapkan kadang kurang. Oleh sebab itu, belajar dari tahun kemarin kami manfaatkan ketika puasa ini untuk menyiapkan lahan siap dipetik,” tutupnya. (Der/Aka)