Tekankan Kepedulian Kesehatan Jantung Sejak Remaja dengan Senam Hip Heart

Senam bersama. (Istimewa)
Article top ad

MALANGVOICE – Pencegahan penyakit jantung sebaiknya dilakukan sejak dini. Pasalnya penderita penyakit jantung masa kini mengalami peningkatan pada remaja atau golongan usia produktif.

Hal itu lah yang diupayakan oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Malang Raya. YJI menggelar senam jantung remaja atau hip heart, Sabtu (28/11) di GOR Gajah Mada Kota Batu.

Senam jantung remaja itu diikuti oleh 105 peserta dari 21 SMA/SMK se Kota Batu. Masing-masing sekolah mengirimkan 5 perwakilan terdiri dari satu guru mata pelajaran olahraga dan 4 murid.

“Semakin tahun, semakin banyak usia muda dan produktif yang terserang penyakit jantung,” keluh Walikota Batu Dewanti Rumpoko yang ikut hadir dalam senam jantung remaja itu. Ia mengatakan bahwa generasi muda perlu mengkoreksi gaya hidupnya.

Ia mengatakan bahwa generasi muda saat ini yang bergerak hanya jarinya saja dan kebanyakan mengkonsumsi makanan instan. Pola yang tak sehat itu, lanjut Dewanti, harus diubah dengan pola hidup sehat. Sehingga mengajak generasi muda melalui kegiatan ini agar metabolisme tubuhnya lancar.

Gerakan hip heart seperti yang dilakukan para remaja di GOR Gajah Mada itu, memiliki ritme gerakan yang lebih energik. Gerakan bervariasi dan memiliki high impact sehingga memacu denyut jantung secara optimal.

Senam yang dilakukan memiliki gerakan yang energik dengan cardio dan aerobik.
“Kalau senam untuk remaja seperti itu. Beda lagi kalau usia lanjut. Gerakannya disesuaikan dan dilakukan lebih pelan,” terang Dewanti.

Sekertaris YJI, Mudjiono Adi sejalan dengan Dewanti. Bahwa penyakit jantung harus dicegah dengan pola hidup sehat sedini mungkin.

“Kami mengkampanyekan pentingnya pencegahan penyakit jantung untuk menjadi fokus utama generasi muda produktif,” jelasnya.

Ia menerangkan betap pentingnya generasi muda untuk menjadi agen-agen perubahan di bidang kesehatan jantung. Karena pengaruh generasi muda begitu besar, mereka bisa mempengaruhi lingkungan sekolah, keluarga, dan tempat tinggalnya.

“Kami harapkan bisa ditularkan dan bisa membentuk klub jantung remaja di setiap sekolah. Sekolah sebagai pelopor gaya hidup sehat,” tandasnya.(der)