Tekan Kasus Kanker Serviks, Pemeriksaan IVA Digencarkan Dinkes Batu

MALANGVOICE– Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan setiap bulannya terdapat 490 ribu perempuan di dunia menderita kanker leher rahim atau serviks. 80 persen ditemukan di negara berkembang seperti Indonesia.

Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menyebutkan kanker serviks merupakan kanker yang banyak ditemukan setelah kanker payudara.

Diperkirakan setiap satu menit muncul kasus baru dan setiap dua menit meninggal satu orang perempuan karena kanker serviks. Di Indonesia, diperkirakan setiap hari muncul 40-45 kasus baru dengan 20-25 orang meninggal. Artinya Indonesia akan kehilangan 600-750 orang perempuan yang masih produktif setiap bulannya.

Hindari Motor, Panther Banting Setir Nyemplung ke Selokan di Jalan Mayjen Sungkono

Tingginya jumlah penderita kanker serviks dipengaruhi oleh faktor dangkalnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Gejala-gejala baru diketahui oleh penderita ketika sudah menginjak stadium lanjut. Perempuan yang berisiko mengalami kanker serviks berada pada rentang usia 30 tahun ke atas, dengan puncak usia tersering adalah 45-54 tahun dengan riwayat multipara.

Dinkes Kota Batu pun gencar melakukan pemeriksaan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA). Langkah ini sebagai bentuk deteksi dini leher rahim melalui pemeriksaan dengan cara yang sangat sederhana. Pemeriksaan dilakukan di Puskesmas Beji diikuti 234 perempuan. Sebanyak 194 perempuan dinyatakan layak mengikuti pemeriksaan IVA. Para peserta yang dinyatakan tak layak karena sejumlah alasan, antara lain masuk hari pertama haid, keputihan, infeksi seksual dan ada yang dalam dua hari terakhir berhubungan seksual.

“Apabila ada lesi pra-kanker langsung bisa ditangani sehingga sel tidak tumbuh menjadi kanker. Terdapat 14 orang terdeteksi lesi pra-kanker serviks dan 3 orang terdeteksi suspect kanker serviks,” tutur Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr Susana Indahwati.

Pada November lalu, Dinkes Kota Batu menerima laporan penderita kanker serviks di Kota Batu sebanyak 10 orang dan 59 penderita kanker payudara. Sementara, hasil pemeriksaan di bulan Desember terdapat 14 orang yang terdeteksi lesi pra-kanker serviks. Mereka langsung dilakukan cryoterapy di tempat. Sedangkan untuk 3 orang suspect kanker serviks, langsung di rujuk ke dokter spesialis obstetri ginekologi.

Lebih lanjut, dari proses deteksi dini tersebut, juga ditemukan satu orang terdeteksi tumor serviks. Dimana dia juga langsung di rujuk ke dokter spesialis obstetri ginekologi. “Sementara itu untuk tumor payudara, terdapat tiga orang terdeteksi. Mereka juga langsung dirujuk ke dokter spesialis bedah,” imbuhnya.

Tindakan cryoterapy yang dilakukan langsung kepada pasien terdeteksi lesi pra-kanker bertujuan untuk membekukan lesi pra-kanker, sehingga tidak berkembang menjadi sel kanker. Di Kota Batu, tindakan cryoterapy dapat dilakukan di Puskesmas Beji, Puskesmas Batu dan Puskesmas Sisir.

Deteksi dini itu terselenggara berkat kerjasama apik antara Dinkes Kota Batu, Dinkes Kota Malang, TP PKK Kota Batu dan Rotary Club. Dengan turut melibatkan RS dr. Etty Asharto untuk turut menyediakan vaksin HPV, bila masyarakat wanita usia produktif membutuhkan.

Sebagai tindak lanjut dari deteksi dini ini, kedepannya Dinkes Kota Batu akan rutin menggelar penyuluhan tentang kanker serviks dan kanker payudara. Lalu melakukan pelayanan IVA Test massal berkala di seluruh wilayah per kecamatan, bekerja sama dengan lintas sektor.

Kemudian, juga memperkuat kompetensi dokter dan bidan, memaksimalkan sumberdaya, sarana dan prasarana, serta meningkatkan keterlibatan lintas sektor dalam deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara.

“Selain itu, kami juga akan melakukan advokasi penyediaan vaksin HPV untuk wanita usia produktif di RS. Bila memungkinkan, di masa mendatang tersedia vaksin HPV gratis utk wanita usia produktif di Kota Batu sebagai pencegahan primer kanker leher rahim,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memastikan pembiayaan tindakan cryoterapy masuk dalam biaya non kapitasi BPJS (klaim). “Kami juga akan mengusulkan Perda pembiayaan tindakan cryoterapy untuk pasien umum,” pungkasnya.(der)

spot_img

Berita Terkini

Arikel Terkait