Jelang Pilwali 2018 Kota Malang

Tarik Nasdem, PAN – Hanura Coba Duplikasi Skema Koalisi di Batu

Sekretaris DPD PAN Kota Malang, Dito Arief. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Terbentuknya gerbong koalisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) memunculkan spekulasi merapatnya beberapa partai lain. Sebelumnya, dua partai disebut-sebut segera bergabung dalam waktu dekat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban. Hanya saja, dia masih enggan membocorkan secara blak-blakan dua partai yang ia maksud itu.

Teka-teki ini mulai terkuak, Selasa (5/9), dari mulut Sekretaris DPD PAN Kota Malang, Dito Arief. “Kemungkinan Partai Nasdem (Nasional Demokrat). Kami mencoba menurunkan koalisi di Pilwali Kota Batu untuk diterapkan di Kota Malang,” ungkapnya.

Duplikasi ini mengacu pada Pilwali Kota Batu yang beberapa waktu lalu yang memenangkan pasangan Dewanti Rumpoko – Punjul. Saat itu, PAN bersama Hanura dan Nasdem mengusung pasangan H Rudy – Sujono Djonet.

Untuk memuluskan rencana ini, komunikasi politik terus dilakukan. Jika mengacu pada jumlah kursi, PAN memiliki empat kursi di DPRD Kota Malang. Selanjutnya, Hanura punya tiga kursi, dan Nasdem satu kursi.

Dengan total 8 kursi, koalisi ini masih belum mampu mengusung pasangan calon sendiri. “Ya, memang kurang satu kursi, kan masih ada partai yang lain. Lagi pula kami belum berbicara calon, yang terpenting pembentukan tim terlebih dahulu,” pungkasnya.(Coi/Yei)