Tarik Ulur Pembangunan Islamic Center

Tak Ingin Asal Bangun, Islamic Center Didesain Ramah Lingkungan

Pembahasan Laporan antara (Interim Report) oleh Konsultan Perencana (DED) Islamic Center, di Club Ballroom Hotel Sahid Montana. (Muhammad Choirul)
Pembahasan Laporan antara (Interim Report) oleh Konsultan Perencana (DED) Islamic Center, di Club Ballroom Hotel Sahid Montana. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Meski batal dibangun tahun 2017 ini, Islamic Center tetap akan digarap pada 2018 mendatang. Pemkot Malang melibatkan berbagai pihak dalam konsep pembangunan ini dengan memerhatikan beragam aspek.

Terkait anggaran, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto, mengatakan, akan ada pembahasan mendalam bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Tim Anggaran (Timgar). “Nanti dibahas bagaimana skema ke depan,” katanya.

Karena itu, Pemkot tidak ingin memaksakan bangunan tersebut harus dikerjakan tahun ini. Dia menegaskan, tidak ingin melaksanakan pembangunan secara asal-asalan.

“Kami mengharapkan kontribusi masukan banyak pihak. Ini jaring partisipasi pikiran agar bentuk bangunan dan fungsinya sesuai kebutuhan publlik,” lanjutnya di sela acara Pembahasan Laporan antara (Interim Report) oleh Konsultan Perencana DED Islamic Center, di Club Ballroom Hotel Sahid Montana, Rabu (23/8).

Konsultan Perencana PT Kosa Matra, Graha Sahirwan, menambahkan, telah banyak aspek ditinjau. Ada beberapa perubahan dalam Pra-DED yang merupakan hasil kajian.

“Masalah kubah, ini sudah ada revisinya. Atas beberapa kajian, kami menampilkan beberapa opsi. Pola layout masih sama dengan pemenang desain. Hanya soal kubah, kami lakukan diskusi dengan tim juri,” imbuhnya.

Kubah tidak mengarah ke timur tengah tapi kubah yang umum ada di Indonesia. Ada dua desain yang nanti akan dibahas lebih rinci. Selain itu, pihaknya juga memperhatikan kebutuhan air dam sampah.

“Masalah lingkungan juga diperhatikan. Ini nanti green building, tidak ada aiir yang terbuang. Ada kolam untuk kebutuhan air bersih, ini menjawab kekhawatiran banjir,” tandasnya.

Pihaknya juga telah menghitung luasan bangunan berbanding jumlah resapan yang diperlukan. Artinya, jika hujan deras pun air akan tertampung di kolam.

“Selain itu kontur tanah yang turun juga sudah diperhitungkan, juga peningggian lahan, sistem aliran air dan resapan dihitung,” urainya.(Choi/Ak)