Kota Malang Memilih Pemimpin

Tak Hanya Piawai Berpolitik dan Tekun Berusaha, Wanedi Juga Lihai Menari

Calon Wakil Wali Kota Malang, Ahmad Wanedi, menunjukkan kemampuan menari. (Istimewa)
Calon Wakil Wali Kota Malang, Ahmad Wanedi, menunjukkan kemampuan menari. (Istimewa)

MALANGVOICE – Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, Ahmad Wanedi, berkarier di dunia politik bukan baru – baru ini saja. Pria kelahiran Lampung, 25 Oktober 1969 itu sudah dikenal gemar berorganisasi sejak usia belia.

Di Kota Malang sendiri, Wanedi sempat menjalankan amanah sebagai Ketua PAC PDIP Sukun pada tahun 2002. Selain itu, dia juga sempat menjabat Wakil Ketua DPC PDIP Kota Malang pada tahun 2003-2004.

Pengabdian dan kemampuannya dalam berpolitik membuat DPP PDIP kepincut sosok Wanedi. Alhasil, rekomendasi partai berlambang banteng itu pun turun kepada Wanedi, berpasangan dengan Ya’qud Ananda Gudban sebagai Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang Periode 2018-2023.

Selain cerdas sebagai politisi, Wanedi juga dikenal sebagai pengusaha. Setidaknya, dia tercatat sebagai Direktur CV Dewa Sejahtera pada 2006-2008, serta Direktur PT Dewa Pujakesuma pada 2009-2017.

Keuletannya sebagai pengusaha membuat Wanedi sempat dipercaya sebagai pengurus Aspekindo dan Asdamkindo Jawa Timur. Sederet sertifikat penghargaan di bidang usaha juga pernah diraih Wanedi.

Belakangan, Wanedi menunjukkan bakat tersembunyi. Tanpa disadari, bapak dari Ahmad Arif Ibrahim dan Ahmad Dewangga Putra ini juga piawai dalam menari. Hal ini terbukti saat acara syukuran Partai Nasdem lolos sebagai peserta Pemilu 2019 yang digelar DPD Nasdem Kota Malang, belum lama ini.

Dengan bermodalkan selendang di bahu, Wanedi tampak lihai menggerakan tubuhnya mengikuti irama musik gendang. “Ternyata Pak Wanedi piawai juga dalam menari ya,” kata pembawa acara usai tarian Jejer Gandrung khas Banyuwangi dipentaskan.

Tarian Gandrung sendiri merupakan tarian yang biasanya dipentaskan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan. “Biasanya digunakan untuk menyambut para raja, sekarang kita gunakan untuk menyambut Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang,” jelas pembawa acara sembari menunjuk ke arah Wanedi dan Nanda yang tepat berada di depannya.

Mendengar pujian yang diberikan, Wanedi dengan santai membalas bahwa tradisi lokal seharusnya dilestarikan oleh masyarakat sehingga tidak tergerus dimakan globalisasi. “Ini tradisi kita, harus kita lestarikan,” ucap Wanedi

Lucunya Wanedi mengaku bahwa dirinya sebenarnya tidak tahu menahu akan diajak menari bersama para penari Gandrung. “Ini jebakan batman, beruntung saya bisa menari tarian tradisional,” katanya sambil terbahak.(Coi/Aka)