Sutiaji Beber Visi-Misinya di Hadapan Pakde Karwo

Wali Kota Malang saat menyampaikan visi -misinya di gedung DPRD Kota Malang, Kamis (4/10). (Aziz Ramadani/MVoice)
Wali Kota Malang saat menyampaikan visi -misinya di gedung DPRD Kota Malang, Kamis (4/10). (Aziz Ramadani/MVoice)
Article top ad

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Sutiaji membeberkan empat misi saat memimpin selama lima tahun mendatang.

Sutiaji yang berpasangan dengan Sofyan Edi itu bicara program, mulai soal pendidikan karakter hingga pemerintah bersih dari korupsi.

Hal itu disampaikamln di agenda Paripurna Penyampaian Visi dan Misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang Masa Jabatan 2018-2023 di gedung DPRD Kota Malang. Momentum itu juga disaksikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Hadir pula Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri dan forum pimpinan daerah (Forpimda) mulai unsur TNI, Kejaksaan Negeri Malang dan Pengadilan Negeri Malang.

Empat misi pembangunan itu implementasi atas visi yang diusung pasangan berjuluk SAE, yakni Kota Malang Bermartabat.

Misi itu antara lain,
1. Menjamin akses dan kualitas pendidikan kesehatan dan layanan dasar lainnya bagi semua warga.
2. Mewujudkan kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif keberlanjutan dan keterpaduan.
3. Mewujudkan kota yang rukun dan toleran berasaskan keberagaman dan keberpihakan terhadap masyarakat rentan dan gender.
4. Memastikan kepuasan masyarakat atas layanan pemerintah yang tertib hukum profesional dan akuntabel.

“Visi Kota Malang Bermartabat itu tidak lain perwujudan tanggung jawab manusia dan memiliki arti kemuliaan.
Tercipta situasi, kondisi, karakter yang mulia. Tentu diperlukan jembatan mewujud visi ini. Diperlukan rencana yang terdistribusi proposional ke setiap OPD untuk segera diaktualisasikan,” kata Sutiaji.

“Empat misi ini jadi pedoman gerak. Menjalin akses kualitas pendidikan kesehatan dan layanan dasar lainnya,” imbuhnya.

Program untuk pendidikan, Sutiaji bakal menerapkan sekolah dasar (SD) kelas 1 dan 2 dengan meniadakan baca tulis dan hitung (calistung).

“Diganti dengan pendidikan budi pekerti. Misal anak didik belajar tentang mana ketertiban berlalu lintas, tidak mengambil barang bukan haknya dan budaya antre,” urainya.

Implementasi misi ketiga, lanjut Sutiaji, menekankan pada membudayakan sikap toleransi. Apalagi Kota Malang dalam perkembangan kini sebagian kota urban banyak didatangi budaya-budaya luar.

“Maka harapannya, toleransi oke, tapi jati diri Malang itu tetap salam satu jiwa,” sambung pria berkacamata itu.

Selebihnya, dalam pengejawantahan misi keempat, Sutiaji komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Khususnya untuk kelas menengah ke bawah.

“Data memang menunjukkan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Tapi masih dinikmati segelintir orang di kelas menengah ke atas. Ke depan UMKM harus bertumbuh lebih baik,” ujar politisi Demokrat ini.

Misi terakhir, Sutiaji bakal menempatkan
Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan kompetensi. Tujuannya tidak lain menjamin kualitas pelayanan masyarakat yang lebih baik.

“Jadi tidak ada istilah siapa dekat wali kota nanti bisa naik jabatan. Padahal tidak punya kompetensi,” pungkasnya.(Der/Aka)