Suksekan Program Digitalisasi Sekolah, Kemendikbud Bagikan 2,1 Juta Gadget

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. (Lisdya)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. (Lisdya)
Article top ad

MALANGVOICE – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal melakukan digitalisasi sekolah, terutama untuk wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Langkah awal yang bakal dilakukan dalam program ini adalah dengan membagikan 2,1 juta gadget di sekolah tersebut.

“Itu platform untuk konten dan pembelajaran gratis, tapi juga ada konten dan portal yang berbayar. Tetapi untuk kami juga menyiapkan portal gratis tadi. Secara bertahap mulai tahun ini nanti akan mencanangkan digitalisasi sekolah, kami mulai dari wilayah 3T,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat ditemui di Universitas Negeri Malang (UM), Senin (2/9).

Terkait konektivitasnya, Muhadjir mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Menurutnya, Kemedikbud telah menotifikasi Kominfo terkait sekolah afirmasi yang belum memiliki jaringan.

“Sudah koordinasi dengan Kominfo dan sekarang kami prioritaskan daerah yang sudah terakses internet. Yang diprioritaskan pertama sekolah, kemudian puskesmas baru kantor pemerintah,” imbuhnya.

Tak hanya 2,1 juta gadget saja, pihaknya akan terus berupaya menargetkan hingga 10 juta gadget yang akan dibagikan ke sekolah untuk mensukseskan program ini.

“Insyaallah rencananya tahun depan target kami bisa 10 juta. Pihak kami sudah mendata sekolah-sekolah mana saja,” ungkapnya.

Sedangkan untuk anggaran gadget diambil melalui dana BOS afirmasi untuk wilayah 3T. Dikatakannya, Bos afirmasi dan kinerja memang ditujukan untuk digitalisasi sekolah. “Jadi, sistemnya bertahap karena kami ambilkan dari BOS afirmasi dan kinerja. Mendapatkan bos tambahan afirmasi dan kinerja untuk mulai menggunakan virtual untuk sumber belajar, seperti dianjurkan Pak Presiden,” tandasnya. (Der/Ulm)