Sujiwo Tejo: Rasa Kebangsaan di Tahun 2045 Akan Punah, Apabila…

Sujiwo Tejo di UB. (Anja a)

MALANGVOICE – Pada tahun 2045 nanti, Indonesia genap berusia 100 tahun. Diprediksikan, pada tahun itu Indonesia akan mengalami bonus demografi alias ledakan penduduk. Pada tahun tersebut juga, konsep kebangsaan kemudian dipertanyakan karena seiring berjalanannya waktu sebuah konsep bisa berubah.

Seniman dan Budayawan, Sujiwo Tejo menyebut, ‘bangsa’ merupakan konsep. Dia mengatakan  konsep bangsa pada era Soekarno adalah sekelompok orang yang tinggal di suatu tempat yang mengalami persamaan nasib selama bertahun-tahun.

“Bangsa itu konsep. Lha wong nama Indonesia aja yang bikin orang Jerman kok. Tapi jangan remehkan konsep lho. Karena konsep bangsa, jutaan orang rela berperang, rela mati, demi bangsa,” kata Sujiwo Tejo saat berdiskusi dalam Seminar Indonesia Berintregritas 2045, di Samantha Krida, Universitas Brawijaya (UB), Selasa (7/11).

Dia juga menegaskan, wajar saja jika pemaknaan tiap generasi soal bangsa berubah. 

“Nah pertanyaannya apakah kita ini senasib, sebangsa? Lha handphone saja ada yang pakai Nokia, pakai Samsung. Lalu yang mana yang dikatakan senasib? Konsep bangsa yang senasib itu ya keadilan sosial,” katanya.

Konsep bangsa pun harus dirawat. Di Indonesia, menurutnya merawat konsep kebangsaan bukan cuma sekadar peringatan tujuh belasan, tapi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

“Makanya, kalo ditanya soal konsep bangsa ya pasti konsep itu berevolusi. Yang paling penting kita harus merawat agar konsep bangsa itu tidak punah. Lihatlah itu sejarah bangsa Romawi yang akhirnya punah dan digantikan konsep bangsa Yunani,” tandasnya.(Der/Aka)