Studi Tiru, Forkopimda Kota Padang Sambangi Pemkot Malang

Forkopimda Kota Padang mengunjungi Kota Malang untuk studi tiru. (Istimewa)
Forkopimda Kota Padang mengunjungi Kota Malang untuk studi tiru. (Istimewa)

MALANGVOICE – Forkopimda Kota Padang yang dipimpin oleh Asisten 1 Sekda Kota Padang, Vidal triza, menggelar kunjungan kerja di Kota Malang. Rombongan diterima di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Sabtu (12/5)

Vidal Triza dalam kesempatan itu mengatakan bahwa kehadirannya adalah dalam rangka untuk melakukan studi tiru. Pihaknya ingin belajar terkait upaya-upaya yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Malang beserta Forkopimda untuk menjaga kondusivitas Kota Malang jelang Pilkada.

Selain itu, juga untuk mempelajari pola komunikasi dan koordinasi yang selama ini telah terjalin dengan baik. “Semoga kehadiran kami di Kota Malang dapat membawa hasil positif bagi perkembangan pembangunan di Kota Padang sekaligus terjalin kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Kota Malang,” ungkap Vidal Triza.

BNN Kota Malang

Asisten Administrasi Pemerintahan Kota Malang, Abdul Malik berkesempatan menerima kunjungan tersebut dengan didampingi oleh Asisten Administrasi Umum, Supranoto. Pemaparan pun disampaikan Pemkot Malang.

Tahun 2018 ini, adalah tahun pesta demokrasi bagi masyarakat Jawa Timur. Seluruh rakyat di 38 kota/kabupaten akan mengikuti pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Dari 38 daerah tersebut, 18 daerah mengikuti gelaran pilkada serentak, yang akan dilaksanakan tanggal 27 juni 2018. Dimana satu diantaranya adalah Kota Malang.

Menurut Abdul Malik dalam sambutannya Pemerintah Kota Malang memiliki kewajiban untuk mengawal serta ikut mensukseskan proses penyelenggaraan Pilkada di Kota Malang.

“Alhamdulillah, atas komunikasi dan koordinasi yang intens serta baik, dengan Forkopimda Kota Malang, KPU dan Panwaslu Kota Malang, tahapan-tahapan pilkada, sampai saat ini dapat berjalan baik dan lancar serta berjalan secara demokratis,” urainya.

Dikatakan, dari proses pendaftaran hingga penetapan pasangan calon di bulan Februari untuk Kota Malang, ada 3 pasangan, yang hingga hari ini telah memasuki tahapan masa kampanye. Bila mengacu pada data penyelenggaraan Pilwali Kota Malang sebelumnya, ada penurunan partisipasi politik warga Kota Malang.

Pada Pilwali 2008 terdata jumlah pemilih sebanyak 557.381 pemilih. Dengan tingkat partisipasi sebesar 70,30%. Sedangkan pada pilwali 2013 dari 612.464 pemilih, tingkat partisipasi mengalami penurunan sebesar 64,74%.

Pada pilwalkot malang 2018, jumlah daftar pemilih tetap sebanyak 600.648 pemilih dengan komposisi 49% pemilih laki-laki dan 51% pemilih perempuan. Pemerintah Kota Malang, lanjut Malik bersama Forkopimda dan rekan-rekan penyelenggara Pilwali yakni, KPU dan Panwaslu Kota Malang, sangat berharap ada peningkatan partisipasi politik warga Kota Malang di tahun 2018 ini, setidaknya menembus margin 70%.

“Harapan ini akan terwujud apabila ada kebersamaan dan sinergitas dari semua unsur yang ada didalamnya, mampu terjaga dengan baik, sehingga kondusifitas daerah mampu tercipta, dengan harapan dapat menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah Kota Malang tahun 2018 secara langsung, umum, bebas, rahasia jujur dan adil,” pungkasnya.(Coi/Aka)