Soekarwo: Bandara Internasional Malang Terkendala Masalah Teknis

Gubernur Jatim Soekarwo. (Aziz Ramadani/MVoice)
Gubernur Jatim Soekarwo. (Aziz Ramadani/MVoice)
Article top ad

MALANGVOICE – Impian untuk meningkatkan status Bandara Abdul Rachman Saleh menjadi bandara internasional terhambat. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengklaim realisasi itu masih terhambat urusan teknis.

“Presiden (Joko Widodo) sudah sependapat (peningkatan status bandara). Panglima TNI juga. Tapi (masalahnya) teknis masih belum terpenuhi,” kata pria akrab disapa Pakde Karwo beberapa waktu lalu.

Gubernur dua periode ini menambahkan, peningkatan status Bandara Abdul Racham Saleh menjadi bandara internasional memang sangat diperlukan. Sebab hal itu, menurutnya, telah menjadi tuntutan ekonomi global.

“Bandara internasional itu (jadi) tuntutan,” sambung dia.

Terlepas dari itu, masih kata Pakde Karwo, wilayah Malang Raya terus jadi bidikan pembangunan Pemprov Jatim. Salah satunya Kawasan atau Zona Ekonomi Khusus bakal terwujud dalam waktu dekat ini.

“Sudah siap 200 hektar kawasan ekonomi khusus di Singosari. Jadi
kalau mau ke Bromo Tengger Semeru lewat Singosari lebih cepat,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko sangat mendukung rencana peningkatan status bandara di wilayah Malang Raya. Tujuannya tidak lain itu memberikan pelayanan maksimal sektor pariwisata.

“Intinya Pemkot Malang setuju untuk meningkatkan Bandara Abdulr Rachman Saleh. Ini untuk menunjang kegiatan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara (wisman),” pungkas pria akrab disapa Bung Edi ini.(Hmz/Aka)