Smart Farmer, Putus Mata Rantai Tengkulak

Tenaga smart city mengikuti praktik lapangan di lahan pertanian organik, Kelurahan Sisir, Kota Batu. (istimewa)

MALANGVOICE – Program smart city tahap I selangkah lagi dinikmati masyarakat Kota Batu. Andalan program ini adalah smart farmer yang diyakini mampu memutus mata rantai tengkulak.

Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono mengatakan, smart farmer yang terintegritas pada command center mempermudah petani berhubungan langsung dengan calon pembeli atau buyer. Petani akan dapat langsung menentukan harga yang sesuai dengan kualitas komoditas.

“Distribusi tengkulak akan terpangkas karena kemudahan bertransaksi serta harga yang baik melalui smart city. Dengan ini petani bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi, ” kata Sugeng.

BNN Kota Malang

Sugeng menambahkan, Dinas Pertanian untuk mematangkan aplikasi telah mengumpulkan data, menginput data dan mengupdate data mengenai identitas dan aktivitas pertanian yang ada di Kota Batu. Tercatat ada 3.000 petani yang profilnya sudah masuk verifikasi dan validasi sesuai Komoditasnya. Namun itu masih bisa bertambah lagi.

“Menyesuaikan aplikasinya, sekarang kami masih dalam tahapan mengcolect data,” urai Sugeng.

Tak hanya itu, masih kata Sugeng, melalui aplikasi teknologi, smart farmer dapat dimanfaatkan sebagai forum diskusi. Tujuannya tidak lain guna mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi petani.

“Karena dalam aplikasi terdapat tenaga ahli pertanian,” pungkasnya.(Der/Yei)