Smart City Permudah Akses Warga dan Wisatawan

Kabid Jaringan Infrastruktur Diskominfo Kota Batu, Andiek Iman Santoso menandatangani perjanjian kerjasama, disaksikan President Director Lintasarta, Arya Damar, Kadiskominfo Kota Batu Siswanto dan Plt Sekda Kota Batu Achmad Suparto. (istimewa)

MALANGVOICE – Program Smart City yang dimulai tahap I bakal memudahkan akses segala informasi. Program yang bekerjasama dengan PT Lintasarta ini berbasis solusi IT services.

President Director Lintasarta, Arya Damar mengatakan, Smart City, aplikasi karya anak bangsa ini, memberikan kemudahan informasi dari pemerintah kota kepada masyarakat dan wisatawan dengan platform command center. Produk Lintasarta Smart City yang diimplementasikan di Kota Batu antara lain laporan masyarakat, informasi kota, dan smart farming. “Ketiga unsur itu akan berkolaborasi dengan command center Smart City yang sudah dimiliki oleh Pemerintah Kota Batu,” kata Arya.

Laporan masyarakat, lanjut Arya, memungkinkan masyarakat di suatu daerah melaporkan keadaan lingkungan di sekitarnya kepada pemerintah kota tersebut. Lalu informasi kota memudahkan masyarakat dan wisatawan untuk mengetahui kegiatan, tempat wisata, dan tempat-tempat penting lainnya seperti rumah sakit, kantor polisi, dan lain-lain. “Segala informasi yang dibutuhkan tersedia,” sambung Arya.

BNN Kota Malang

Kemudian, masih kata Arya, smart farming memungkinan petani, khususnya di kota Batu dapat berinteraksi dengan pemerintah daerah dan para ahli pertanian sehingga diharapkan pengetahuan para petani akan meningkat. Selain itu juga membantu petani lokal untuk memasarkan langsung hasil panennya kepada calon pembeli.

“Terlepas dari itu, Lintasarta memiliki platform smart city yang berbasis cloud. Platform ini memungkinkan pemerintah daerah membuat, mengembangkan, melakukan uji coba, dan mengelola aplikasi tanpa perlu berinvestasi infrastruktur,” urainya.

Kelebihan lainnya platform smart city yakni semua aplikasi sudah terintegrasi degan baik. Dengan kata lain, aplikasi tidak berdiri sendiri-sendiri.

“Implementasi solusi smart city dapat dimulai secara cepat hanya kurang dari seminggu, tidak perlu berbulan-bulan,” pungkasnya.

Kabid Jaringan Infrastruktur Diskominfo Kota Batu, Andiek Iman Santoso menambahkan, aplikasi yang telah dibuat juga dapat direplikasi dan dibagikan kepada pemerintah daerah lainnya, sehingga tidak perlu membuat aplikasi baru untuk di setiap daerah. “Hal ini akan mendukung percepatan implementasi smart city di berbagai daerah di seluruh Indonesia, sehingga dari berbagai smart city akan menjadi smart nation,” tukas pria akrab disapa Dedek ini.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti