Smart City Kota Batu Tak Dapat Berdiri Sendiri

infografis smart city Kota Batu. (istimewa)
infografis smart city Kota Batu. (istimewa)

MALANGVOICE – Proyek Smart City tahap I atau Batu Among Tani Teknologi (BATT) hadir menjawab tantangan perkembangan zaman. Namun, program ini tak mampu berjalan efektif tanpa dukungan seluruh stake holder termasuk masyarakat.

Kabid Jaringan Infrastruktur Diskominfo, Adiek Iman Santoso mengatakan, seperti dilansir dari @indonesiabaik.id pada tahun 2045 diperkirakan 82,37% penduduk Indonesia hidup di kota. Untuk memanfaatkan potensi itu secara efektif, salah satu strategi yang dilakukan pemerintah adalah melalui Gerakan Menuju 100 Smart City.

“Demikian pula dengan Kota Batu, di mana pada tahun 2017 ini Kota Batu sudah memulai berbenah diri mempersiapkan untuk menjadi salah satu dari 100 kota smartcity di Indonesia,” kata pria akrab disapa Dedek ini, Jumat (29/9).

BNN Kota Malang

Dedek melanjutkan, konsep Smartcity Kota Batu tahap 1 atau yang disebut dengan Batu Amongtani Teknologi tahap 1 dimulai dengan pembangunan command center, data center, workstation di 50 titik dan interkoneksi jaringan internet kota. Bersamaan pada tahap ini dilengkapi pula dengan sarana aplikasi Among Tani, Among Warga dan Among Kota.

“Untuk mewujudkan program kota cerdas tidaklah mudah, dibutuhkan kerjasama, dukungan dan partisipasi seluruh stake holder, baik dari dalam pemerintahan itu sendiri maupun masyarakat,” sambung dia.

Adapun dukungan itu, masih kata Dedek, diperlukan agar pengelolaan sumber daya di dalam wilayah Kota Batu dapat dikelola secara efektif dan efisien. Tepatnya,melalui bantuan infrastruktur teknologi informasi.

“Smart city for smart people, dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat,” tukasnya.(Der/Aka)