Sirkuit Trial Game Asphalt Malang Dibuat Safety tapi Tetap Andalkan Speed

Para pembalap memacu kendaraannya. (istimewa)
Para pembalap memacu kendaraannya. (istimewa)

MALANGVOICE – Trial Game Asphalt seri ke empat digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang mulai 18-19 Oktober. Persaingan poin antar pembalap cukup ketat, apalagi di kelas utama 250.

Ketatnya persaingan itu membuat panitia lebih konsen melakukan persiapan. Hal itu dikatakan Race Director Trial Game Asphalt 2019 Jim Sudaryanto, menurutnya, di kelas FFA 250cc poin yang diperoleh dari masing-masing putaran cukup penting sehingga harus menjaga sportivitas pembalap.

“Kemudian dari segi sirkuit juga kita prepare sebaik mungkin untuk lebih safety karena mereka memang benar-benar fight di putaran ke 4 dan 5 untuk menjadi juara umum di Trial Game Asphalt 2019,” katanya kepada awak media, Jumat (18/10).

BNN Kota Malang

Dijelaskan lebih lanjut, panitia Trial Game Asphalt 2019 seri ke empat ini sudah merombak total lintasan sirkuit. Bahkan bisa dibilang berbeda dengan trek lain. Jim mengatakan, trak disetting lebih panjang sehingga memacu speed tinggi, kemudian putarannya lebih lebar dan besar sehingga pembalap lebih leluasa memacu kendaraannya.

“Jadi ini setting sirkuitnya lebih speed dari tahun kemarin. Ini terbukti dari timing pembalap tadi sudah kita hitung dengan transfonder itu lebih cepat dari sekarang meskipun panjang treknya sama panjang 900 meter,” ujarnya.

Jim beralasan, perubahan ini selalu dilakukan agar menjaga ciri khas Trial Game Asphalt. Itu juga berpengaruh supaya pembalap tidak merasa sirkuitnya monoton.

“Jadi memang karakter masing-masing kota kemudian masing-masing putaran akan kita buat berbeda sehingga daya tarik peserta lebih banyak kemudian peserta lebih enjoy balap di beberapa kota yang diselenggarakan,” imbuhnya.(Der/Aka)