Singo Edan Batal Jamu Bajol Ijo di Kanjuruhan

Arema FC saat menjamu lawannya di Stadion Kanjuruhan. (Dok. Liga 1 2019)
Arema FC saat menjamu lawannya di Stadion Kanjuruhan. (Dok. Liga 1 2019)

MALANGVOICE – Laga semifinal Piala Gubernur Jatim mengalami perubahan venue. Dua laga yang sebelumnya direncanakan digelar di Stadion Kanjuruhan, kini satu laga dipindah ke Blitar.

Keputusan ini berdasar koordinasi semua tim semifinalis Piala Gubernur Jatim dengan Polda Jatim pada Minggu (16/2).

Laga yang dipindah ke Stadion Soeprijadi, Blitar adalah Persebaya Surabaya melawan Arema FC pada Selasa (18/2). Sedangkan Persija Jakarta kontra Madura United dilangsungkan di Stadion Kanjuruhan, Senin (17/2).

Kedua pertandingan ini diputuskan digelar tanpa penonton.

Tanggapan Arema FC Gagal Jamu Persebaya di Kanjuruhan

Menanggapi perubahan venue pertandingan ini, Media Officer Arema FC, Sudarmaji, mengaku tak keberatan. Sejak awal manajemen Singo Edan menyatakan siap dimanapun pertandingan digelar.

“Bahkan saat manager meeting pada pertengahan Januari lalu yang dihadiri semua klub peserta sportif menerima apapun keputusan penyelenggara sebagai wujud sportivitas dalam sepakbola,” ujarnya.

Arema FC sendiri menyatakan ssngat siap apabila ditunjuk sebagai tuan rumah atau menjadi tempat menggelar pertandingan. Sudarmaji sendiri mengingat ajang turnamen pada 2013 silam.

“Arema saat itu membuktikan sportif menerima keputusan main di Surabaya setelah semifinal di Kanjuruhan dibatalkan. Dari pengalaman itu, tahun ini tidak ingin terulang, justru kami mngharapkan awalnya agar apa yang dikakukan Arema saat itu bisa ditiru pihak lain. Namun faktanya, laga di Kanjuruhan tetap dibatalkan,” katanya.

Terakhir, Sudarmaji berharap hal seperti ini tidak terulang. Padahal, Arema FC siap menjadi contoh tindakan sportif dalam sepak bola, khususnya di Jawa Timur.

“Arema menghormati keputusan apapun, namun di kemudian hari hal hal seperti ini tidak terulang, sportivitas harus konsisten dan tetap terjaga. Apalagi ini terkait image Jawa Timur, sepakbola sejatinya adalah persaudaraan, dan jadikan momentum ini untuk mewujudkannya,” harap pria asal Banyuwangi ini.(Der/Aka)