Sinergikan Pengentasan Kemiskinan, Pemkot Batu Minta Optimalisasi Dana Desa

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. (Aziz / MVoice)
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. (Aziz / MVoice)

MALANGVOICE – Besarnya anggaran dana desa (DD) Kota Batu jadi perhatian serius. Selain dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, diharapkan pula dapat menekan angka kemiskinan.

Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso. Dia berharap pemerintah desa, total ada 19 desa, mengoptimalkan DD maupun alokasi dana desa (ADD). Terlebih untuk kesejahteraan warga kurang mampu.

“Pemerintah desa melalui DD dan ADD bisa menganggarkan yang belum dicover pemerintah. Maka harapannya dari tahun ke tahun, angka kemiskinan Kota Batu menurun,” kata Punjul kepada MVoice beberapa waktu lalu.

BNN Kota Malang

Tentu, lanjut Punjul, penting juga sinergitas program dengan seluruh OPD terkait. Dicontohkannya, Dinas Kesehatan mengoptimalkan anggarannya untuk masalah kesehatan. Lalu Dinas Pendidikan implementasi anggaran terkait pendidikan layak, 12 tahun.

”Untuk ketahanan pangan tingkat rumah tangga juga penting,” urainya.

Seperti diberitakan, Dana Desa (DD) Kota Batu tahun ini mengalami kenaikan. Jika tahun 2017 lalu 19 desa di Kota Batu Rp 18 miliar, tahun 2018 naik Rp 21,3 miliar. Artinya ada penambahan anggaran sejumlah Rp 3,3 miliar.

Kenaikan tersebut berdasarkan kalkulasi yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 226 Tahun 2017 tentang Perubahan Rincian Dana Desa Menurut Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2018. Dalam peraturan baru ini untuk besaran yang diterima ditentukan tiga hal jumlah kemiskinan, jumlah penduduk, dan luas wilayah.(Der/Aka)