Siapkan Mahasiswa di Industri Penerbangan, Polinema MoU dengan Lion Air Group

istimewa.
istimewa.

MALANGVOICE – Tak hanya mengisi kuliah tamu di kampus-kampus, Lion Air Group kali ini bekerja sama dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema), khususnya pada mahasiswa Garuda Maintenance Facility (GMF) untuk memperkenalkan industri penerbangan.

“Kami ingin memperkenalkan industri pemerbangan di dunia kampus, agar mahasiswa dapat mempersiapkan diri nantinya saat masuk dunia kerja,” ujar President Director Of Lion Air Group, Edward Sirait.

BNN Kota Malang

Menurutnya, pengenalan industri penerbangan di kampus dirasa sangat perlu, sebab saat ini dunia penerbangan masih minim informasi. Pengenalan juga mencakup syarat-syarat untuk kerja di industri penerbangan.

“Kami sampaikan bahwa dunia penerbangan banyak hal baru, banyak hal yang berubah. Mahasiswa Polinema juga memiliki peluang kerja yang sangat besar di industri penerbangan,” imbuhnya.

Edward juga menginfokan jika dunia kerja penerbangan tidak hanya di Indonesia, melainkan peluang kerja di Timur Tengah juga sangat besar. “Di Timur Tengah membutuhkan ribuan mekanik. Tapi mereka tidak menerima Fresh Graduate, minimal pengalaman hingga lima tahun kerja,” jelasnya.

Selain itu, mahasiswa penerbangan juga dituntut untuk fasih dalam berbahasa Inggris dan harus memiliki disiplin tinggi jika ingin masuk dunia penerbangan.

Sementara itu, Direktur Polinema, Awan Setiawan mengatakan bahwa MoU Polinema dengan Lion Air adalah langkah kongkrit dalam kontribusi di dunia penerbangan.

Ia menyebut ada beberapa point terkait kelas kemitraan, seperti PKL mahasiswa, join riset, dan juga dosen-dosen yang sudah magang. Sehingga saat mengajar, mereka dapat memahami dan mengetahui kondisi terakhir perkembangan dunia aviasi.

“Peluang kerja di dunia penerbangan masih terbuka. Apalagi lulusan GMF Polinema yang memiliki kompetensi dan dipersiapkan dengan baik untuk terjun dindustri penerbangan,” bebernya.

Ia melanjutkan, untuk lulusan GMF Polinema konsentrasi Electronic Aviation (EA) dan Airframe Powerplant (AP) tidak hanya mendapat ijazah saja melainkan juga surat keterangan kompetensi. Mahasiswa EA juga mendapat tiga setifikat, yakni A1, A2 dan A4, sedangkan yang teknik mesin ada dua sertifikat.

“Itu adalah bukti mereka sudah berkompeten dan siap memasuki dunia kerja di industri penerbangan,” tandasnya.(Adv)