Sembilan Desa di Bumiaji Suguhkan “Surga Tersembunyi”

Salah satu penampilan dan pemandangan di Secret Valley yang berada di Poh Kecik, Desa Gunungsari, Kota Batu. (Foto : Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Surga tersembunyi hadir di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Beragam objek wisata alam disuguhkan dengan pemandangan eksotik yang memanjakan mata.

Salah satunya lembah rahasia atau Secret Valley yang berada di Poh Kecik, Desa Gunungsari. Suguhan sunrise (matahari terbit) bisa dinikmati saat berwisata camp ground.

Selanjutnya Bon 15 yang menyuguhkan wisata alam kebun hortensia di tengah hutan. Kemudian di Brak Seng dengan pesona kabut yang berwarna hijau.

BNN Kota Malang

Adanya beragam wisata itu digagas Sengkuyung Bumiaji. Sebuah wadah persaudaraan warga sembilan desa Kecamatan Bumiaji.

Penasehat Sengkuyung Bumiaji, Musa Khuzainuddin mengatakan semua wisata itu hanya di Kecamatan Bumiaji. Total ada sembilan paket wisata yang disuguhkan pihaknya.

“Tentunya ini mendorong desa-desa di Bumiaji agar mengoptimalkan potensi wisatanya. Karena banyak wisata tersembunyi,” kata Musa.

Selain wisata alam diatas, disebutkannya juga ada wisata lainnya. Diantaranya yaitu wisata adventure, wisata budaya, wisata edukasi, wisata kuliner tradisional, fun games dan outbound.

“Ada sembilan paket wisata ‘Bumiaji Asyik’. Dan itu bisa jadi pilihan wisatawan saat berkunjung atau berlibur di Kecamatan Bumiaji,” ujarnya.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko pun menyambut senang adanya wisata baru itu. Karena hal itu sesuai dengan visi Kota Batu yaitu Desa Berdaya, Kota Batu Berjaya.

“Namun, masih perlu adanya pengembangan fasilitas agar memudahkan wisatawan,” kata Dewanti saat mengunjungi Secret Valley.

Dia mencontohkan seperti di Secret Valley agar dibuatkan pos untuk pemberhentian. Karena, perjalanan menuju bukit itu lumayan jauh.

“Misalnya ditengah perjalanan kelelahan. Kan bisa berhenti di pos. Bisa juga dibuatkan pegangan tangan agar tidak jatuh. Untuk seusia seperti saya saja naik ke sini sudah tidak kuat dan kelelahan,” tuturnya.

Meski begitu, Dewanti menyebutkan lelahnya itu terbayarkan. Karena keindahan pemandangan di atas bukit yang mempesona.

“Begitu sampai ke sini. Sungguh sangat luar biasa. Keren, sehingga rasa lelah itu hilang,” ungkapnya.

Tak hanya itu saja, kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari Dinas Pariwisata Kota Batu.

“Ya, baru Kecamatan Bumiaji yang bergerak mewujudkan Desa Berdaya. Semoga bisa menginspirasi Kecamatan lainnya,” harapnya.

Ia berharap agar ke depan terus dilakukan evaluasi dan penambahan sarana prasarana wisata agar menjadi daya tarik. Seperti ditambah pegangan dan tempat istirahat, karena lokasinya berada di ketinggian yang harus ditempuh dengan berjalan kaki.

“Selain itu juga ditambah penerangan, toilet, dan warung. Karena ini penting dan tentunya wana wisata tersebut harus bersih,” tutupnya.(Der/Ulm)