Taman Zona Kreatif

Selain Gaet Wisatawan, Disbudpar Ingin Tazokraf Jadi Wadah Seniman

Leo and Friend's menampilkan instrumen musik Islami yang dipadukan dengan akulturasi budaya Jawa. (Muhammad Choirul)
Leo and Friend's menampilkan instrumen musik Islami yang dipadukan dengan akulturasi budaya Jawa. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, memiliki beberapa target atas terselenggaranya ajang bertajuk Taman Zona Kreatif (Tazokraf). Selain untuk menggaet wisatawan, event ini diharapkan jadi wadah seniman.

Perempuan yang akrab disapa Dayu itu menyebut, Tazokraf merupakan realisasi salah satu program yang dicanangkan bidang baru di Disbudpar. “Setelah terbentuknya SOTK (Struktur Organisasi Tata Kerja) baru, kami jadi punya bidang ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Karena itu, hal baru ini dijadikan momentum menggebrak dunia kreatif di Kota Malang. Tidak hanya terbatas pada kesenian, upaya kreatif juga meliputi beragam sektor kreatif lain. Di sisi lain, peluang meningkatnya jumlah wisatawan juga terbuka lebar.

“Nanti jika ada komunitas kreatif yang ingin menjadikan ini acara rutin, kami akomodir. Semua taman di Kota Malang boleh dipakai,” pungkasnya.