Satu Rumah di Kota Batu Ambruk, Dugaan Sementara Akibat Galian Tanah

Penampakan rumah ambles di Perumahan Wastu Asri Blok E-9 Jalan Hasanudin RT 05 RW 08 Dusun Jeding, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (Istimewa)
Article top ad

MALANGVOICE – Satu rumah di Perumahan Wastu Asri Blok E-9 Jalan Hasanudin, Dusun Jeding, Kecamatan Junrejo, Kota Batu ambruk sekitar pukul 10.00 WIB pada Jumat (4/1).

Kepala BPBD Kota Batu, Sasmito mengatakan dugaan sementara ambruknya rumah tersebut lantaran adanya bekas galian tanah yang menyebabkan tanah ambles.

“Kemungkinan awal ada bekas galian tanah, yang dibuat beberapa tahun lalu. Sementara lokasinya kami masih cari,” katanya.

Sementara itu, pemilik rumah hingga saat ini belum diketahui. “Kami masih belum tahu siapa pemiliknya. Sebagian masyarakat juga ada yang nggak ngerti,” tambahnya.

Akibat ambruknya rumah tersebut, kerusakan yang dialami meliputi satu atap rumah dan dinding bagian samping ambrol, dua dinding rumah depan dan belakang retak serta tiga pondasi rumah mengalami ambles.

“Akan terus kami selidiki dahulu. Kami juga mengimbau kepada masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.

Diketahui, menurut keterangan salah satu masyarakat setempat, Boni Widodo, rumah tersebut baru saja direnovasi tiga tahun lalu.

“Kami tahunya rumah ini direnovasi tiga tahun lalu, rencananya juga akan direnovasi lagi. Ternyata tadi pagi sudah ambruk, sebelumnya memang rumah yang E 10 diratakan untuk membuat rumah pekerja bangunan. Tapi juga ikut ambles,” katanya.
penampakan rumah ambles di Perumahan Wastu Asri Blok E-9 Jalan Hasanudin RT 05 RW 08 Dusun Jeding, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (Istimewa)

Satu Rumah di Kota Batu Ambruk, Dugaan Sementara Akibat Galian Tanah

MALANGVOICE – Satu rumah di Perumahan Wastu Asri Blok E-9 Jalan Hasanudin, Dusun Jeding, Kecamatan Junrejo, Kota Batu ambruk sekitar pukul 10.00 WIB pada Jumat (4/1).

Kepala BPBD Kota Batu, Sasmito mengatakan dugaan sementara ambruknya rumah tersebut lantaran adanya bekas galian tanah yang menyebabkan tanah ambles.

“Kemungkinan awal ada bekas galian tanah, yang dibuat beberapa tahun lalu. Sementara lokasinya kami masih cari,” katanya.

Sementara itu, pemilik rumah hingga saat ini belum diketahui. “Kami masih belum tahu siapa pemiliknya. Sebagian masyarakat juga ada yang nggak ngerti,” tambahnya.

Akibat ambruknya rumah tersebut, kerusakan yang dialami meliputi satu atap rumah dan dinding bagian samping ambrol, dua dinding rumah depan dan belakang retak serta tiga pondasi rumah mengalami ambles.

“Akan terus kami selidiki dahulu. Kami juga mengimbau kepada masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.

Diketahui, menurut keterangan salah satu masyarakat setempat, Boni Widodo, rumah tersebut baru saja direnovasi tiga tahun lalu.

“Kami tahunya rumah ini direnovasi tiga tahun lalu, rencananya juga akan direnovasi lagi. Ternyata tadi pagi sudah ambruk, sebelumnya memang rumah yang E 10 diratakan untuk membuat rumah pekerja bangunan. Tapi juga ikut ambles,” katanya.(Der/Aka)