Satu Pasien di Kabupaten Malang Meninggal Usai Dinyatakan Positif Covid-19

Kadinkes Pemkab Malang, Arbani Mukti Wibowo. (Istimewa).
Kadinkes Pemkab Malang, Arbani Mukti Wibowo. (Istimewa).
Article top ad

MALANGVOICE – Jumlah pasien positif terpapar covid-19 di Kabupaten Malang kini bertambah satu orang. Satu pasien itu meninggal dunia satu hari usai dinyatakan positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Arbani Mukti Wibowo mengatakan, pasien tersebut dinyatakan positif terpapar Covid-19 setelah hasil swab keluar pada 4 Mei 2020 kemarin. Dengan begitu, total jumlah menjadi 39 kasus positif.

“Pasien tersebut meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit, dan jenazah sudah dimakamkan sesuai protokol Covid-19,” ucapnya, Rabu (6/5).

Menurut Arbani, pasien ini diambil swab saat menjalani penanganan di rumah sakit, dan sudah berusia lanjut dengan jenis kelamin laki-laki. Kematian pria tersebut menambah daftar pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Malang.

“Saat ini kami tengah melacak asal muasal penularan virus terhadap pasien tersebut,” jelasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun dari laman Twitter @JatimPemprov, yang merupakan akun resmi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di Kabupaten Malang total kasus terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 ada 39 kasus dengan rinciannya, 10 orang dinyatakan sembuh, 6 orang telah meninggal dunia, dan sisanya 23 orang kini masih menjalani perawatan, baik isolasi rumah, maupun karantina di Rumah Sakit.

Sedangkan, berdasarkan data dari laman satgascovid19.malangkab.go.id, per 5 Mei 2020, warga Kabupaten Malang yang berstatus Orang Dengan Resiko (ODR) ada 3.451 orang, dan untuk Orang Dalam Pengawasan atau ODP saat ini sudah mencapai 361 orang, dengan rincian 56 orang dalam pantauan, 14 orang dalam perawatan, dan 288 orang dinyatakan sembuh, serta 3 orang meninggal dunia.

Sementara, untuk warga Kabupaten Malang yang berstatus PDP saat ini ada 191 orang, rinciannya, 45 orang dalam perawatan di Rumah Sakit (RS), 28 orang menjalani perawatan di rumah, 1 orang dirawat dalam gedung observasi, 100 orang sembuh, dan 17 orang meninggal dunia.(Der/Aka)