Sanusi Perintahkan OPD Jadi Orang Tua Asuh Tangani Stunting di Kabupaten Malang

Bupati Malang HM Sanusi (Kiri) saat didampingi Plt. Dinkes Pemkab Malang, Ratih Maharani. (Toski D).
Bupati Malang HM Sanusi (Kiri) saat didampingi Plt. Dinkes Pemkab Malang, Ratih Maharani. (Toski D).

MALANGVOICE – Bupati Malang HM Sanusi Perintahkan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk menjadi orang tua asuh dari setiap kecamatan penanganan stunting di Kabupaten Malang.

“Untuk penanganan masalah stunting, saya berharap masing-masing OPD secara stimulan ikut serta melakukan upaya pencegahan dengan berbagai faktor indikator penyebabnya. Karena, berdasarkan analisis para ahli dibidangnya, penyebabnya adalah masalah ekonomi keluarga, asupan gizi, sanitasi, kemudian lingkungan banyak limbah sampah yang dibakar (dioxide) terhirup oleh bayi/anak-anak,” ungkap Bupati Malang HM Sanusi, saat membuka Sosialisasi Penanganan Stunting di Ruang Rapat Kertanegara, sebagai tindak lanjut hasil lunch meeting beberapa waktu, Senin (18/11).

Untuk itu, lanjut Sanusi, dirinya menginginkan para kepala OPD bisa berperan sebagai penanggungjawab, dan kepala puskesmas bertindak sebagai sekretaris, serta camat sebagai bendahara. Walau, untuk anggaran dari Satgas Khusus Penanganan Stunting tetap melekat pada Dinas Kesehatan.

BNN Kota Malang

“Untuk anggaran aman, yang jelas tidak melebihi DPA (dokumen pelaksanaan anggaran). Dalam waktu dekat ini, saya akan mengeluarkan surat tugas pada Satgas Khusus Penanganan Stunting agar program tersebut bisa segera dieksekusi,” jelasnya.

Dengan begitu, tambah Sanusi, pihaknya optimistis, di tahun 2020 nanti angka Stunting bisa ditekan hingga nol persen, dan sekarang masih 6%.

“Saya berharap ada sinergitas atau kerjasama dalam menangani permasalahan stunting. Jika masing-masing OPD jadi leading sector, maka bisa fokus mendata dan segera menindaklanjutinya,” tukasnya.

Sementara itu, Plt. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Ratih Maharani mengatakan, pihaknya akan segera membuat kerangka acuan kerja bagi OPD. Nantinya, masing-masing OPD istilahnya akan menjadi bapak dan ibu asuh dalam pengentasan Stunting m

“Kerangka kerjasama akan kami siapkan, dan masing-masing OPD akan punya wilayah binaan. Tapi, akan kami matangkan dulu. Kami akan studi banding ke Bali untuk mematangkan konsepnya,” pungkasnya.(Der/Aka)