Sampah Medis Menumpuk Akibat Pandemi

Ilustrasi TPA (Achmad Sulchan An Nauri)
Article top ad

MALANGVOICE – Penanganan virus covid-19 di Kota Batu meninggalkan 18,4 Ton sampah medis. Angka tersebut dihitung sejak bulan April hingga September di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Perharinya ada 100 kilogram sampah medis yang dihasilkan di Kota Batu. Kebanyakan sampah yang ditemukan adalah masker dan face shield. Perhitungan itu merupakan jumlah yang diperoleh setiap triwulan sekali.

“Kami ada 12 armada khusus membawa sampah medis dari rumah sakit atau desa dan kelurahan setempat,” ujar Kasi Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Bambang Harnowo. Setiap tiga hari sekali sampah medis tersebut dibawa ke Mojokerto untuk dilakukan pemusnahan.

“Pembuangan sampah medis ini digolongkan menjadi beberapa item,” jelas Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, Yuni Astuti.

Beberapa golongan itu adalah item safety box berisi sampah medis tajam seperti bekas jarum suntik, infus, dan sebagainya. Lalu item kuning berisi tabung bekas infus, sarung tangan lateks dan masker.

“Kemudian item hitam untuk sampah biasa seperti bungkus makanan, plastik, dan sampah yang tidak berkaitan dengan cairan tubuh pasien serta lingkungannya,” jelas Yuni.

Terpisah, salah satu petugas sampah medis, Hermanto membenarkan dalam kurun waktu delapan bulan terakhir ketika memilah sampah ia mengaku selalu membawa penuh sampah medis dari tiap desa.

Selain sampah rumah tangga, sampah medis juga banyak sekali. Tiap ambil sampah selalu membawa penuh di setiap boks. Baru ia pilah dengan bungkus kantong tersendiri baru di kirim ke TPA.

“Petugas juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar merusak sampah medis terlebih dahulu baru dibuang, tujuannya agar tidak dipakai kembali,” tutupnya.(der)