Kota Malang Memilih Pemimpin

Sambangi Warga Jodipan, Nanda Tekankan Pentingnya Keterlibatan RT/RW

Dr Ya'qud Ananda Gudban bertatap muka dengan warga Jodipan. (Muhammad Choirul)
Dr Ya'qud Ananda Gudban bertatap muka dengan warga Jodipan. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kandidat Calon Wakil Wali Kota Malang, Dr Ya’qud Ananda Gudban, tak pernah lelah menyambangi warga. Rabu (31/1) malam, giliran warga Jodipan yang mendapat kunjungan. Seperti biasanya, dia menjaring aspirasi dari warga.

Sejalan dengan itu, perempuan yang akrab disapa Nanda ini juga menyampaikan peran penting struktur RT dan RW. Dia ingin, ke depan para Ketua RT dan RW bisa berkomunikasi langsung dengan pemerintah kota.

Selama ini, beberapa permasalahan yang ada di Kota Malang dikarenakan komunikasi yang terputus antara RT dan RW dengan kepala daerah atau pemerintah. Ia mencontohkan, kisruhnya bantuan sosial baik tidak tepat sasaran ataupun tidak sampai ke masyarakat, karena komunikasi yang kurang antara struktur pemerintah dan RT dan RW.

“Kita harus ubah ini. Struktur terkecil yakni RT dan RW harus kita perhatikan kita dengarkan apa saran dan masukannya. Termasuk pendataan,” kata peraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya ini.

Dalam kesempatan bersama warga itu, Nanda juga menampung berbagai permasalahan warga, termasuk masalah kesehatan, kemiskinan dan juga kesenjangan sosial yang selama ini masih dirasakan warga. Selain itu, kemacetan, banjir, kemiskinan hingga jalan berlubang menjadi keluhan yang belum mendapat solusi dari pemerintah.

Nanda pun menyesalkan hal tersebut. “Jangan dikira masalah banjir itu efeknya hanya lelah, tapi lebih dari itu. Waktu kita terbuang, perekonomian terganggu dan sebagainya. Apalagi banjir. Ini sampai sekarang belum ada solusi dan eksekusi nyata,” bebernya.

Tak hanya itu, Nanda Gudban juga menegaskan jika citra Malang sebagai kota pendidikan harus diteguhkan bahkan ditingkatkan menjadi kota pendidikan internasional. Selama ini, warga Kota Malang masih banyak yang belum mengenyam pendidikan tinggi, padahal jumlah kampus sekitar 57.

“Kita akan programkan kuliah gratis bagi putra putri warga Kota Malang khususnya warga yang kurang mampu,” ungkapnya.(Der/Ery)