Kota Malang Memilih Pemimpin

Sambangi Tokoh Aisyiyah, Nanda Dapat Lima Pesan Kepemimpinan

Calon Wali Kota Malang nomor urut 1, Dr Ya'qud Ananda Gudban, bersilaturahmi dengan tokoh Aisyiyah, Hj Rukmini Amar. (Istimewa)
Calon Wali Kota Malang nomor urut 1, Dr Ya'qud Ananda Gudban, bersilaturahmi dengan tokoh Aisyiyah, Hj Rukmini Amar. (Istimewa)

MALANGVOICE – Seorang tokoh Aisyiyah, Dra Hj Rukmini Amar, menitipkan lima pesan kepemimpinan kepada Dr Ya’qud Ananda Gudban. Pesan ini disampaikan Rukmini di sela mendapat kunjungan dari Calon Wali Kota Malang nomor urut 1 tersebut, Kamis (15/3).

Pesan pertama, Rukmini meminta agar Kota Malang bisa baik di masa mendatang. Dia berharap banyak tokoh perempuan kian berani mengambil porsi kepemimpinan membangun daerah.

Dia pun menyebutkan beberapa contoh pemimpin perempuan yang dinilai cukup berhasil dan layak diikuti. “Saya sangat berharap ada banyak Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, red) di daerah-daerah. Setelah Kota Batu dipimpin Dewanti yang dulu juga aktif dengan saya di pengajian Al Hidayah, kini saatnya Kota Malang juga dipimpin perempuan berkemajuan dan berkarakter,” ujar Rukmini.

Kedua, tagline Malang bermartabat selama ini hendaknya tidak hanya lips service saja. Dia ingin, tagline tersebut terwujud dan dipertajam dengan memunculkan Tri Bina Cita Kota Malang.

“Mulai dari hal yang paling sederhana seperti kebersihan lingkungan atau tertib buang sampah dan pemanfaatan taman yang semestinya. Agar tidak dijadikan tempat maksiat para remaja perlu ditambah penerangan dan pengawasan,” urainya.

Sejalan dengan itu, dia berharap ke depan agar lebih ditegakkan law enforcement seperti perda kos-kosan dari tahun 2006 belum tersosialisasikan ke tingkat RT dan RW. Kondisi demikian, menurutnya, berakibat turunnya kualitas akhlak masyarakat.

Ketiga, penguatan program untuk mengayomi remaja. “Karena mereka penerus kita, sebagai pemilih pemula mereka wajib kita perhatikan dan kita bimbing sebagai proses pembelajaran,” jelas Rukmini.

Keempat, mengorelasikan antara pendidikan dengan wisata. Perempuan yang tinggal di Malang itu meminta agar pendidikan di Kota Malang ini bisa match pengembangannya dengan wisata.

“Sebagai wisata edukasi itu harus benar-benar diperhatikan karena kota Malang beda dengan kabupaten. Mungkin untuk industri manufaktur di kota Malang ini kurang relevan. Sebagai contoh wisatawan bisa beli olahan tempe atau makan bakso Malang, harusnya mereka juga tahu proses dan ikut membuatnya,” jlentreh Rukmini.

Yang terakhir, Rukmini berpesan agar memperhatikan keberadaan organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah dan NU. Kedua organisasi terbesar itu adalah mitra yang banyak membantu program-program pemerintah. Itu sebabnya Nanda harus memperhatikan dan mendengarkan usul dan sarannya,

“Jangan sampai disamakan dengan mereka yang baru muncul tapi berlagak pahlawan atau pahlawan kesiangan. Sampaikan pesan saya ini pada anggota dewan juga,” ucap ibu dua putri tersebut.

Beragam pesan itu mendapat perhatian serius Ya’qud Ananda Gudban. Apalagi, yang pemberi pesan bukan orang sembarangan. Sebagaimana diketahui, Dra. Rukmini Amar adalah mantan Ketua Pimpinan Daerah (PDA) Aisyiyah Kota Malang dua periode (2005-2010 dan 2010-2015) dan saat ini, dia menjadi Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur.

Nanda Gudban yang sudah dua periode jadi anggota DPRD Kota Malang, mengamini saran Rukmini.

“Insya Allah dewan tidak berani menolak Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Kalau itu dilakukan sama saja bunuh diri. Saya camkan pesan-pesan beliau sebagai modal noto Malang. Muhammadiyah dan Aisyiyah adalah aset bangsa. Karena itu suara dan aspirasinya harus didengar dan diperhatikan sungguh-sungguh,” tandasnya.

Di akhir perbincangan, Nanda mengaku mendapatkan berkah jadi calon wali kota Malang. “Ternyata saya harus jadi calon wali kota dulu ya untuk bisa bertemu Bu Rukmini. Sebelumnya susah banget kalau mau bertemu karena terlalu sibuknya,” tutur Nanda, disambut senyum ramah Rukmini.(Coi/Ak)