Kota Malang Memilih Pemimpin

Sambangi Ponpes Nurul Ulum, Nanda Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji

Ya'qud Ananda Gudban bertemu Nyai Hj Cholifah Suyuti Dahlan. (Muhammad Choirul)
Ya'qud Ananda Gudban bertemu Nyai Hj Cholifah Suyuti Dahlan. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kandidat Calon Wali Kota Malang, Dr Ya’qud Ananda Gudban, belum lama ini singgah ke Pondok Pesantren Nurul Ulum. Kunjungan itu dalam rangka meminta restu dan petunjuk dari pemimpin Ponpes, Nyai Hj Cholifah Suyuti Dahlan.

Gayung bersambut, Nyai Hj Cholifah Suyuti Dahlan pun memberikan sejumlah petuah. Suasana diskusi berlangsung hangat di Ponpes yang beralamat di Jalan Satsuit Tubun No I, Kecamatan Sukun ini.

Perhatian terhadap masalah keagamaan sebagai landasan kehidupan masyarakat, diminta lebih ditingkatkan. Hal ini, termasuk perlunya perhatian terhadap para pelaku keagamaan.

“Tolong masalah agama diperhatikan karena ini sangat mendasar. Terutama saya pesan guru-guru ngaji di kampung agar kesejahteraannya bisa diangkat,” kata Nyai Hj Cholifah Suyuti Dahlan.

Selain itu, Nanda juga diberi beberapa nasihat agar tetap menjaga semangat dan konsisten dalam menata Kota Malang di masa mendatang. Nyai Hj. Cholifah Suyuti Dahlan, berpesan agar Nanda Gudban memegang beberapa prinsip kesetiaan.

“Setia ini termasuk adalah setia kepada janji-janji dan merealisasikannya. Setia kepada masyarakat dan mengabdi kepada masyarakat jika diperkenankan menjadi Wali Kota Malang nantinya,” tutur Nyai Hj Cholifah Suyuti Dahlan.

Menanggapi soal pesan Nyai Hj. Cholifah Suyuti Dahlan terkait guru ngaji, Dr. Ya’qud Ananda Gudban, meyakini bahwa profesi guru ngaji adalah kunci dan sangat penting bagi keberadaan Taman Pendidikan Al Quran dan Madrasah Diniyah di Malang.

“Selama ini yang berjalan adalah tunjangan, itu sudah baik. Akan lebih baik lagi, jika program ini dioptimalisasikan dalam bentuk yang sistematis dan terencana,” kata Nanda Gudban.

Bentuknya, kata nanda, pertama bisa melalui bantuan mendirikan TPA/TPQ di daerah yang belum ada TPA/TPQ. Kedua, bisa juga dalam bentuk bantuan renovasi bangunan TPA/TPQ.

“Ketiga, mengajak relawan yang ingin menjadi guru ngaji dengan kerjasama bersama PTS dan PTN yang ada di Kota Malang,” tambahnya.

Selain itu, ujarnya, perlu dilakukan madrasah adventure atau kunjungan TPQ dan Madin. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah mulai menggalang wakaf quran dan seragam santri.

“Ngaji Bisnis, memandirikan dan menjadikan guru ngaji sebagai uswah di bidang ekonomi juga perlu dilakukan,” katanya. Terakhir, bentuk penghargaan tersebut berupa beasiswa bagi putra-putri guru Ngaji sehingga ada regenerasi.(Der/Ery)