Riyoyoan UIBU, Hangatkan Silaturahmi Keluarga Besar Kampus dengan Tradisi Angpao Lebaran

MALANGVOICE – Suasana Syawal masih terasa hangat di lingkungan Universitas Insan Budi Utomo (UIBU).

Momentum usai Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan lewat agenda Halal Bihalal bertajuk “Riyoyoan Keluarga Besar UIBU”, Selasa (31/3).

Kegiatan ini tak sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, menjadi ruang temu bagi dosen, tenaga kependidikan, hingga keluarga besar kampus untuk saling menyapa dan memperkuat silaturahmi.

Riyoyoan keluarga besar UIBU. (Deny/MVoice)

Nuansa kekeluargaan terasa kental sejak awal acara. Para dosen dan tenaga kependidikan hadir bersama pasangan masing-masing. Interaksi yang terjalin pun terlihat cair. Mereka saling berkenalan, bercengkerama, hingga berbagi cerita dalam suasana santai.

Rektor UIBU, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh sivitas akademika.

“Terima kasih atas dharma bakti seluruh dosen dan tenaga kependidikan. Kami juga mengucapkan minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Berbeda dari Halal Bihalal pada umumnya, UIBU mengemas kegiatan ini secara sederhana namun penuh makna. Salah satu yang paling dinanti adalah tradisi berbagi angpao Lebaran.

Angpao diberikan kepada keluarga dosen dan tenaga kependidikan, mulai dari ibu hamil dan menyusui hingga anak-anak dan cucu dari berbagai jenjang pendidikan, dari PAUD hingga SMA. Pembagian dilakukan langsung oleh para istri pimpinan universitas, menciptakan suasana yang hangat dan personal.

Momen ini disambut antusias, terutama oleh anak-anak. Wajah ceria tampak saat mereka menerima angpao, bahkan tak sedikit yang
dengan bangga menunjukkan isi amplop kepada orang tua mereka.

Menariknya, apresiasi juga diberikan kepada para wartawan yang selama ini turut mempublikasikan berbagai kegiatan dan prestasi kampus. Mereka pun masuk dalam daftar penerima angpao.

Melalui kegiatan ini, UIBU tak hanya merayakan Lebaran, tetapi juga meneguhkan nilai kebersamaan dan kepedulian di lingkungan kampus. Tradisi ini diharapkan terus terjaga dan bisa menjadi inspirasi
bagi institusi pendidikan lainnya.

Acara ditutup dengan bersalam-salaman dan ramah tamah, mengakhiri rangkaian kegiatan dalam suasana penuh kehangatan. Kegiatan ini menjadi tradisi sendiri yang digelar setiap tahun usai Ramadan.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait