MALANGVOICE– Sepeda motor melaju pelan tapi pasti menuruni jalur ekstrem Klemuk. Di atas kendaraan itu, Ari Wibowo (38) memboncengkan istrinya, Rahayu, dan dua anak mereka, Dhio serta Nasyawa.
Pada Rabu (25/3), perjalanan mereka dari Pujon menuju Kota Batu seharusnya menjadi akhir dari sebuah perjalanan mudik. Namun, di tengah turunan tajam Jalan Rajekwesi, Kelurahan Songgokerto, nasib berkata lain.
Saat melewati jalur alternatif yang terkenal menantang itu, rem motor matic bernopol L-6167-UA mendadak kehilangan fungsi. Ari yang berusaha mengendalikan laju kendaraan tak kuasa menahan tekanan. Motor mulai melaju tak terkendali, kecepatannya terus meningkat. Saksi mata, Eko, yang melihat dari kejauhan menggambarkan detik-detik mencekam itu.
Lengkapi Keseruan Jelajah Coban Rondo Bersama Malabar Adventure
“Korban melaju cukup kencang dari arah atas atau dari Pujon. Setahu saya sempat menabrak pembatas rumah warga hingga dua kali sebelum akhirnya terjatuh,” ujarnya.
Setelah dua kali membentur pembatas, akhirnya motor oleng ke kanan dan menghantam tembok dengan keras. Ari terpental dan mengalami luka berat di kepala. Ia meninggal di lokasi kejadian. Dalam kekacauan itu, terdengar suara kecil yang memanggil-manggil, “Ayah, ayah…”.
“Tadi terdengar ada anak yang memanggil ‘ayah, ayah’ setelah kejadian. Korban juga terlihat sempat terguling,” kenang Eko.
Eko menduga, selain faktor rem blong, beban motor yang cukup berat karena mereka baru saja pulang mudik turut mempengaruhi kendali kendaraan di medan menurun tersebut.
“Sepertinya habis mudik karena barang bawaannya cukup banyak,” imbuhnya.
Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, menjelaskan kronologi kecelakaan itu terjadi saat Ari melaju dari barat ke timur dengan kecepatan sedang di jalan yang lurus dan menurun tajam. Tiba-tiba, rem diduga blong, motor pun melaju dengan kecepatan tinggi hingga oleng ke kanan dan membentur tembok.
“Tiba-tiba kendaraan yang dikendarainya hilang kendali (diduga mengalami rem blong) sehingga kendaraannya tersebut berjalan menurun dengan kecepatan tinggi kemudian oleng ke sebelah kanan dan membentur tembok,” papar Kevin.
Dalam peristiwa yang menghancurkan kebersamaan keluarga itu, Rahayu (45) mengalami luka memar di wajah. Dhio Bintang Septian (12) mengalami patah tulang pada kedua kaki, sementara adiknya, Nasyawa Aqeela Ramadhani (9), mengalami luka babras.
“Seluruh korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu. Kerugian material akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp5 juta,” pungkas Kevin.(der)