PWI Malang Raya Sambut Baik Wacana Vaksinasi bagi Wartawan

Ketua PWI Malang Raya, Cahyono. (Toski D).
Article top ad

MALANGVOICE – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menyambut baik wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang akan melibatkan wartawan dalam pencanangan vaksinasi Covid-19.

“Menurut saya pelibatan wartawan dalam pencanangan vaksin Covid-19 merupakan langkah bagus yang dilakukan Dinkes (Dinas Kesehatan) Pemkab Malang,” ungkap Ketua PWI Malang Raya terpilih Periode 2021-2024, Cahyono, Selasa (26/1).

Pria yang juga sebagai wartawan koran harian Bhirawa ini menjelaskan, dengan dilibatkan wartawan dalam pencanangan dan diprioritaskan untuk mendapatkan Vaksin Covid-19 tersebut sangat penting, lantaran wartawan juga sebagai garda terdepan dalam memberitakan sekaligus mensosialisasikan terkait protokol kesehatan Covid-19.

”Wartawan juga menjadi garda terdepan saat covid-19, karena terlibat langsung saat konfirmasi kepada narsum (nara sumber). Jadi saya rasa memang butuh kordinasi agar wartawan juga dapat prioritas untuk di vaksin (Covid-19). Jadi tidak hanya TNI dan Polri, tapi wartawan juga sama-sama menjadi garda terdepan,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Cahyono, dirinya hingga saat ini belum mendapatkan arahan secara rinci, terkait pencanangan Vaksin Covid-19 bagi wartawan yang bertugas di Kabupaten Malang. Meski begitu, dirinya memastikan kesiapannya jika memang wartawan masuk dalam skala prioritas penermia Vaksin Covid-19.

”Kalau ada itu (gerakan vaksinasi kepada wartawan) PWI siap, saya sebagai pengurus PWI Malang Raya akan menerima dengan respons baik kalau memang Dinkes mengajukan itu,” ujarnya.

Untuk itu, tambah Cahyono, dirinya mengimbau kepada wartawan Kabupaten Malang, khususnya yang ada dibawah naungan PWI Malang Raya, untuk bersedia menerima vaksin sinovac yang berasal dari Cina tersebut, jika memang mendapatkan prioritas vaksinasi dari Pemkab Malang, sesuai instruksi dan arahan dari nakes maupun Dinkes Pemkab Malang.

”Untuk anggota PWI, saya sarankan untuk bersedia menerima suntikan vaksin (Covid-19). Tapi, seharusnya semua wartawan kecuali yang memang ada pertimbangan. Seperti misalnya yang memiliki komorbid atau pertimbangan lain seperti apakah berhak di vaksin atau tidak, itu tetap akan kita patuhi,” tukasnya.(der)