Jelang Pilwali Kota Malang

Punya Pengalaman Tantang Anton, Bambang GW – Chairul Anwar Ingin Benahi Kota Malang

Bambang GW-Chairul Anwar mendeklarasikan diri sebagai Cawali-Cawawali dalam Pilwali Kota Malang.(Miski)
Bambang GW-Chairul Anwar mendeklarasikan diri sebagai Cawali-Cawawali dalam Pilwali Kota Malang.(Miski)

MALANGVOICE – Bambang Gatot Wahyudi menyatakan maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kota Malang pada 2018 mendatang. Deklarasi berlangsung di Rumah Makan Ringin Asri, Kamis (6/7), dihadiri sejumlah simpatisannya.

Bersama pasangannya, Chairul Anwar, keduanya menjadi penantang calon petahana HM Anton yang memastikan diri maju di Pilwali, selain nama-nama lain, seperti Wakil Wali Kota Sutiaji dan Ketua DPRD Arif Wicaksono. “Ini bukan pertama kali saya bertarung dengan Anton,” katanya.

Bambang memang tidak secara langsung menantang HM Anton. Hanya saja, dia bagian dari tim sukses Sri Rahayu yang maju dari PDIP pada Pilwali 2013 silam. Dia mengakui, calon petahana punya modal lebih baik. Namun, keputusan akhir tetap berada di masyarakat.

“Kami optimistis saja. Kuncinya di masyarakat, kalau masyarakat ingin petahana, itu keputusan mereka,” ungkap mantan guru ini. Dikatakan Bambang, keputusan ikut Pilwali tahun depan tidak lain karena gelisah. Dia menilai, selama dua dasawarsa ini, Kota Malang sangat berubah.

Pemerintah, kata dia, diskriminasi kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) serta kerap melakukan penggusuran pasar tradisional. Sebaliknya, toko modern dan usaha lain yang tak mengantongi izin justru dibiarkan merajalela.

Selain itu, Kota Malang yang dulunya menjadi pusat musik dan teater, saat ini malah tak bertaring. “Ditambah kemacetan dan banjir yang terjadi beberapa tahun terakhir, ini masalah yang menggelisahkan,” ungkapnya.


Reporter: Miski
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria